Dugaan Tindak Kekerasan, Kejari Labusel Upayakan Restorative Justice

 Proses restoratif justice


LABUHANBATU SELATAN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan kedua kalinya melaksanakan penyelesaian perkara berdasarkan restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif. Upaya itu diterapkan dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan.


Kejari Labuhanbatu Selatan telah menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif perkara kekerasan terhadap anak yang dilakukan tersangka JT. 

"Ini, merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan," kata Kepala Kejari Labusel, Muhammad Alinafiah Saragih melalui Kasi Tindak Pidana Umum, F. Ronald Pasaribu, Rabu (8/6/2022).

Tindak pidana tersebut terjadi pada Senin (14/2/2022). Kasus bermula dari adanya utang-piutang terhadap kedua belah pihak. Pada saat penagihan utang terjadi pertengkaran yang mengakibatkan anak dari pelapor yang diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan pelaku JT.

Ronald mengatakan, kasus tersebut sudah memenuhi syarat untuk dilakukan restorative justice. "Kami sudah berusaha memberikan syarat-syarat yang diminta dan semoga apa yang diharapkan kita bersama menjadi terkabul dan kepada kedua belak pihak dapat hidup damai dan rukun," katanya. (A.pohan)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama