Gara-gara Blokade Jembatan, Tujuh Warga Jadi Tersangka

 Kabid Humas Polda Papua, Kombes  Ahmad Musthofa Kamal 



JAYAPURA-Sebanyak tujuh warga dijadikan tersangka karena blokade jembatan. Aksi itu  di jembatan Tor, Kampung Mafen Tor, Distrik Fien, Kabupaten  Sarmi, Papua, Jumat (27/5/2022).


Penyidik Satuan Reskrim Polres Sarmi menetapkan tujuh warga sebagai tersangka. Tujuh orang tersebut masing-masing berinisial ME, KS, AB, ET, JB, TS dan EM.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, ketujuh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengamankan barang  bukti. "Saat ini lia orang telah dilakukan penahanan dan dua lainnya masih dirawat di rumah sakit," katanya.

“Serangkaian pemeriksaan dilakukan penyidik terhadap saksi serta tersangka sendiri sehingga didapat bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tersangka," kata Kamal di media center Humas Polda Papua, Kamis (2/6/2022).

Kabid Humas menjelaskan, kejadian blokade jembatan yang dilakukan masyarakat menuntut pembayaran hak ulayat dari pemerintah daerah atas aliran Sungai Muara Tor yang melintas sampai di jembatan Muara Tor.

“Aksi blokade itu dimulai pada pukul 13.15 WIT yang diikuti kurang lebih 100 warga. Aksi blokade jembatan dengan membakar ban bekas di atasjembatan,” ucap Kombes Kamal.

Kemudian, massa ditemui Kepala Distrik Fien Izak Yawir dan memberikan pemahaman kepada warga namun tidak dihiraukan. “Mengetahui adanya aksi blokir tersebut, personel Polres Sarmi tiba di TKP serta berupaya melakukan koordinasi dengan massa agar menghentikan aksinya, namun massa tetap tidak mengindahkan,” lanjut Kabid Humas.

Selanjutnya pada pukul 17.00 WIT, Sekda Kabupaten Sarmi Elias Bakay bersama Kabag Ops Polres beserta anggota tiba di TKP untuk berdialog dengan massa, namun massa kurang puas dan tidak menerima hasil dialog sehingga massa melakukan aksi anarkis.

“Tidak terima dengan hasil dialog itu massa kemudian melakukan penganiayaan terhadap Sekda Kabupaten Sarmi  serta anggota yang sedang mengamankan aksi tersebut dan merusak dua kendaraan dinas," ujar Kabid Humas. (farid)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama