Masyarakat Lingga Diimbau Ikut BPJS Ketenagakerjaan Secara Mandiri


 Pertemuan Pemkab Lingga dengan jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Pinang



LINGGA-Pemerintah Kabupaten Lingga mengadakan pertemuan dengan BPJS Ketengakerjaan, Cabang Tanjungpinang di Batam, Selasa (7/6/2022). Pertemuan, membahas tentang implementasi Inpres Nomor 2/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.


Kegiatan itu sebagai tindaklanjut surat dari BPJS Ketenagakerjaan Nomor : B/19791/052022 tanggal 02 Mei 2022, perihal monitoring dan Evaluasi Implementasi Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga.

Bupati Muhammad Nizar yang hadir bersama sejumlah kepala dinas di pemerintahan kabupaten, menilai kegiatan yang dilaksanakan akan memberikan manfaat, sekaligus meningkatkan kerjasama mengenai peningkatan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada tenaga kerja formal maupun informal di Lingga.

Pemerintah kabupaten mendukung penuh program-program dari BPJS, terkait kebijakan agar seluruh pekerja ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan, yang menurut Nizar dalam beberapa kasus sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, baik masyarakat nelayan maupun sektor lainnya. 

“Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat untuk mengamati atau mengetahui perkembangan dan kemajuan terkait pentingnya suatu program sehingga kita bisa berdiskusi untuk menentukan langkah kebijakan kedepan,” kata dia yang dikutip dari laman pemerintah kabupaten.

Setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan, sehingga setiap pekerja diarahkan untuk menjamin keselamatan pekerjaannya dan mengutamakan keselamatan dalam bekerja dimulai dari diri sendiri. Sebab jaminan keselamatan pekerjaan sudah menjadi kebutuhan.

Melihat dari data angkatan kerja di Lingga, memiliki potensi besar untuk diikutkan dalam kepesertaan BPJS, khususnya non ASN atau para pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah. Masyarakat diarahkan untuk kepesertaan mandiri.

Dari data nelayan, kesanggupan dukungan APBD sudah 3.000 nelayan terdaftar dalam BPJS. Diharapkan kepesertaan ini menjadi stimulus dengan menarik partisipasi mandiri dari nelayan-nelayan lain yang belum terdaftar kepesertaanya juga keberlangsungan pembayaran iuran.

“Agar tidak menjadi sia-sia, kepesertaan yang tidak aktif akibat keterbatasan kesanggupan pemkab. Oleh karena itu diharapkan dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan sosialisasi agar nelayan melanjutkan secara mandiri,” lanjut dia.

Untuk tenaga pendidik dan kependidikan, baik PNS dan GTT sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, menyusul kepesertaan untuk guru komite dan tenaga honorer maupun staf di koordinator wilayah (korwil) pendidikan. Begitu juga pada tenaga harian lepas (THL) Petugas Kebersihan dan pekerja pada sektor tambang.

Kepala BPJS Ketengakerjaan Cabang Tanjungpinang, Sri Sudarmadi memaparkan, berdasarkan data yang dilansir BPS, penduduk Kabupaten Lingga 44 ribu jiwa merupakan angkatan kerja dimana 42 ribu jiwa sudah bekerja, artinya jika dipersentasekan mencapai 96 persen, yang terdiri dari pegawai dan wiraswasta.

Menurut Sri Sudarmadi, Lingga punya persentase yang sangat tinggi sehingga memiliki potensi besar untuk kepesertaan BPJS ketenagakerjaan.

“Memang dengan kondisi struktur APBD saat ini, tidak mudah untuk menanggung semua. BPJS akan segera follow up untuk sosialisasi mandiri dan skema lain dari CSR perusahaan,” kata dia. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama