Rusdi, Pengusaha Sukses Asal Tanah Datar, Ini Kisahnya


Haji Rusdi. (prokopim)


INDRAMAYU-Sumatera Barat banyak mencatatkan perantau yang sukses. Usaha mereka berkembang di perantauan. Sukses di rantau, mereka juga berbuat untuk kampung halaman.


Salah satu pengusaha yang sukses itu bernama Haji Rusdi. Die berasal dari Tanah Datar, persinya di Batipuh Selatan. Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua DPRD Rony Mulyadi dan pejabat lainnya, Selasa (31/5/2022) bertemu dengan Rusdi.

Rusdi merupakan salah seorang tokoh perantau Tanah Datar asal dari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, di RM. Taman Selera Cikedung Cikamurang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

Bupati Eka Putra mengajak dan berharap Rusdi mau ikut berpartisipasi dalam membangun dan mengembangkan sektor kepariwisataan di kabupaten Tanah Datar khususnya di Nagari Sumpur. 

"Saya sebenarnya punya harapan lebih untuk pengembangan sektor pariwisata di Nagari Sumpur dan berharap Nagari Sumpur bisa menjadi salah satu kawasan wisata andalan di Tanah Datar. Saya sangat mengharapkan dukungan dari dunsanak-dunsanak yang ada di perantauan seperti Pak  Rusdi ini," kata bupati yang dikutip dari Prokopim Setda Tanah Datar.

 Bupati menilai Rusdi dinilai mampu dan memiliki modal untuk berinvestasi di kampung halaman.  Disampaikan Eka Putra, seandainya bersedia tentu ini akan sangat membantu pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata, di samping juga akan sangat membantu masyarakat, khususnya yang berada di nagari Sumpur dan sekitarnya. 

Rusdi mengisahkan dirinya pergi merantau sejak 1979, awalnya ke Jakarta, namun tidak lama kemudian dia pindah ke Lahat ikut saudaranya yang saat itu membuka warung nasi di sana, dan pada 1980 an H. Rusdi kembali ke Jakarta lagi. 

"Saat itu saya masih remaja, jadi saya sering bolak balik ke kampung, malah sempat juga di kampung, saya kerja menjala ikan bilih di Danau Singkarak," kenangnya. 

Baru pada 1986, Rusdi kembali merantau, tepatnya di Pantura Indramayu. Di sana Rusdi bekerja ikut dengan bosnya selama sekitar dua tahun, barulah pada 1988 dirinya mendapat peluang untuk memulai usahanya sendiri dengan membuka warung nasi milik sendiri. 

"Dari 1988 itu, saya sudah punya kedai nasi sendiri di Pantura, saya mengontrak kedai sampai tiga kali dan pada 1995 saya sudah bisa membeli kedai sendiri," kata Rusdi.

 Selanjutnya, menurut Rusdi setelah berjalannya waktu dan adanya rencana pembangunan tol Cipali dirinya berusaha merelokasi tempat usahanya yang di Pantura dan memindahkan ke tempatnya sekarang, tepatnya di kawasan Cikedung Cikamurang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

"Di sini saya memulai membuka usaha rumah makan ini sejak 2014 yang lalu sampai sekarang. Alhamdulillah, rumah makan yang saya beri nama Taman Selera ini awalnya cuma di depan saja, namun sekarang berkembang dengan baik sehingga saya sudah bisa mempekerjakan 250 karyawan," terangnya. 

Dia mengatakan, selama merintis usahanya ini pernah tidak pulang kampung selama delapan tahun lamanya sejak 1988 sampai 1986, namun setelah itu dirinya rutin pulang minimal dua tahun sekali sampai sekarang. 

Saat ditanya berapa omset  Taman Selera miliknya, ayah empat anak itu secara diplomatis menjawab omzetnya sekarang cukup lumayan namun tidak mau menyebutkan angka. Dia cuma bilang RM miliknya sekarang pengunjungnya rata-rata minimal 5.000 orang/hari.

 "Alhamdulillah, pengunjung dari penumpang bus PO. Sinar Jaya saja ada sekitar 400 bus/hari, kalau rata-rata penumpangnya 15 orang saja itu sudah lebih 5.000 orang, belum lagi ditambah dengan Bus yang lainnya seperti PO Murni Jaya, Laju Prima, Putra Mulya, Pendawa 87 dan lainnya," ujar Rusdi. 

Terkait dengan ajakan bupati untuk berinvestasi di Tanah Datar, H. Rusdi sangat mendukung dan senang sekali. "Saat ini memang Saya belum memikirkan untuk berinvestasi di kampung karena masih fokus di sini, tetapi kalau untuk berbuat dan membantu kampung, itu sudah saya lakukan," jawabnya. 

Dikatakan Rusdi, ini tidak menutup kemungkinan dirinya bersama beberapa pengusaha dari Tanah Datar yang lain akan urun rembuk dan membentuk suatu usaha di bidang pariwisata di kampung halaman. 

"Saya punya ide, karena di kampung kan wisatanya yang menonjol. Kita mempunyai alam yang indah, kalau memang memungkinkan ada beberapa pengusaha dari Tanah Datar yang siap untuk membangun dan berinvestasi ayo kita urun rembuk usaha apa yang akan kita bikin. Kalau ada kekompakan, Insya Allah saya juga siap," pungkasnya. (prokopim)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama