Akses Keuangan Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

 Foto bersama di sela sosialisasi


PAYAKUMBUH-Tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) Payakumbuh menggelar sosialisasi percepatan akses keuangan di daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan tersebut diikuti OPD terkait serta perbankan baik itu BUMN, BUMD dan BPR serta dari pimpinan universitas yang dilaksanakan di aula Ngalau Indah, Rabu (27/7/2022). Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat.

Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten II Elzadaswarman menuturkan, pembentukan TPAKD pertama kali diinisiasi Presiden RI pada 2016 silam, yang ditindaklanjuti dengan Radiogram Mendagri Nomor T-900/634/Keuda pada 19 Februari 2016. 

"Kita di Payakumbuh telah menindaklanjutinya. Dengan membentuk TPAKD sejak 2021 lalu dan sudah di-SK-kan Pak Wali Kota. Dengan sosialisasi, saya berharap dapat memberikan tambahan literasi tentang mekanisme percepatan akses keuangan," katanya.

Dia menjelaskan, tujuan dibentuknya TPAKD ini guna mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah.

"Kita telah menyusun beberapa program kerja untuk 2022. Di antaranya sosialisasi simpanan pelajar bagi pelajar SD dan SMP serta Sosialisasi kredit usaha rakyat (KUR) bagi UMKM," jelasnya.

Dengan program kerja tersebut, Om Zet sapaan akrab Asisten II itu mengharapkan, organisasi perangkat daerah terkait dan perbankan dapat memecahkan permasalahan dan hambatan-hambatan penyaluran KUR yang terjadi di lapangan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu untuk berwirausaha dan pada akhirnya tercipta masyarakat yang produktif.

"Dinas Koperasi dan UKM supaya melakukan pendataan UMKM yang berpotensi mendapatkan KUR agar terhindar dari Rentenir. Dan kepada pimpinan Perbankan penyalur KUR agar dapat  menyampaikan data realisasi penyaluran KUR setiap triwulannya," ucapnya.

Kepala OJK Sumbar melalui Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Mendi Rahmadi mengatakan, kegiatan ini mampu mendorong perekonomian Sumbar menjadi lebih baik lagi terlebih pada masa pandemi dengan kreativitas untuk mendongkrak perekonomian kembali.

“Berdasarkan survei OJK pada 2019 tercatat 38,03 persen masyarakat yang memahami tingkat inklusi sehingga masih diperlukan peningkatan akses keuangan masyarakat. Keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah akan sangat menunjang progtam TPAKD bersinergi dengan seluruh pihak," katanya.

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Payakumbuh Arif Siswandi mengharapkan seluruh anggota TPAKD Payakumbuh bisa memahami tugas dan fungsinya sebagai TPAKD. "Kita harapkan kepada tim untuk mengikutinya dengan serius, supaya program kerja kita di tahun ini bisa berjalan dengan maksimal," pungkasnya. (AA)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama