Angka Prevalensi Stunting Masih Tinggi di Gunungsitoli

 Kepala BKKBN foto bersama dengan pejabat Pemko Gunungsitoli


GUNUNGSITOLI-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo kunjungan kerja di Kepulauan Nias, Senin (4/7/2022). Kunjungan kerja itu dalam upaya peningkatan kualitas kesejahteraan keluarga, terutama dalam upaya percepatan penurunan stunting.


Pertemuan dilaksanakan di kantor Wali Kota Gunungsitoli.  Wali Kota Lakhomizaro Zebua menyampaikan, hasil Survei Studi Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan, angka prevalensi stunting, khususnya di Kota Gunungsitoli saat ini 26,3 persen. Angka orevalensi ini masih sangat tinggi, namun bila dilihat dari jumlah penurunan balita stunting, Kota Gunungsitoli berhasil menurunkan jumlah balita stunting dari 2020 hingga akhir 2021 sebanyak 133 balita.

Dijelaskannya, berbagai upaya dilaksanakan dalam penurunan stunting itu, berupa intervensi penurunan stunting terintegrasi melalui delapan aksi konvergensi setiap tahun.

Dikutip dari laman resmi pemerintah kota, wali kota menyatakan siap menyukseskan program Bangga Kencana 2022 dan menyukseskan program nasional penurunan angka prevalensi stunting 14 persen di 2024.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas terbentuknya dan tercapainya tim percepatan penurunan stunting (TPPS) di Kepulauan Nias. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama