Pelaku Usaha di Payakumbuh Ikuti Bimtek Implementasi Pengawasan Berbasis Risiko


 Pembukaan bimbingan teknis


PAYAKUMBUH-Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) adakan bimbingan teknis (bimtek) implementasi pengawasan berbasis risiko angkatan kedua di Hotel Mangkuto, Rabu (27/7/2022).


Kegiatan yang anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik 2022 itu diikuti oleh 50 perwakilan perusahaan atau pengusaha di Payakumbuh yang telah memiliki izin usaha.

Bimbingan teknis dibuka Asisten II Setdako Elzadaswarman. Narasumber dari DPMTPSP Sumatera Barat dan DPMPTSP Payakumbuh. Sebelumnya, DPMPTSP Payakumbuh telah melaksanakan bimtek OSS RBA dan pengisian laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) untuk dua angkatan pada 23 Juni dan 29 Juni lalu kepada 110 peserta. Angkatan kedua berupa bimtek implementasi pengawasan berbasis risiko, yang angkatan pertamanya berlangsung 18 Juli dengan 50 peserta.

Elzadaswarman mengatakan, bimbingan teknis sangat penting guna memastikan pelaksanaan kegiatan usaha sesuai dengan standar pelaksanaan kegiatan usaha yang dilakukan melalui pendekatan berbasis risiko dan kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha.

"Bimtek ini merupakan bagian untuk meningkatkan sumber daya manusia para pelaku usaha dan investor. Agar kegiatan penanaman modal atau investasi sesuai dengan standar pelaksanaan kegiatan usaha serta terpenuhinya kewajiban pelaku usaha, sehingga kedepan terwujud standarisasi kegiatan usaha. Tentu semuanya dalam rangka mewujudkan masyarakat Payakumbuh yang maju dan sejahtera," kata pria yang akrab disapa Om Zet itu didampingi Zulfa Riyanti selaku Koordinator Bidang Dalak DPMPTSP Payakumbuh.

Om Zet yang saat ini diamanahkan sebagai Plt. Kepala DPMPTSP menambahkan, Payakumbuh adalah tujuan investasi yang sangat menguntungkan, iklim investasinya kondusif, ibarat anak gadis yang montekarlo atau montok, temok, kamek, rancak pulo.

Hal itu dibuktikan dengan sukses meraih penghargaan kategori Pelayanan Prima atau Predikat A dalam hasil evaluasi dan penghargaan pelayanan publik di ruang lingkup kementerian, lembaga dan pemerintah daerah tahun 2021 yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia, serta penghargaan peringkat pertama sebagai kota terbaik tingkat nasional dalam Pelayanan Investasi 2021 atas Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

"Kita ingin menjaga iklim investasi itu terus baik sesuai amanat dari Wali Kota Riza Falepi yang selalu menegaskan, pengusaha berkontribusi 80 persen terhadap perekonomian, sementara itu pemerintah hanya 20 persen saja dengan regulasi yang dibuatnya," kata Om Zet.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu juga menegaskan siapapun yang ingin berinvestasi di Kota Randang akan diterima dengan baik, pelayanan perizinan telah disediakan di Mal Pelayanan Publik di lantai satu kantor wali kota.

"Kita sudah punya MPP, pelaku usaha tak perlu ragu lagi, mengurus perizinan usaha gratis dan tidak bertele-tele, serta tak pakai calo-caloan," pungkasnya. (AA)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama