Polda Jateng Ungkap Dugaan Korupsi


Polisi berikan keterangan pers



SEMARANG-Polda Jateng mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan proyek pengadaan jalan kelas 1 dan 2 di Kabupaten Pemalang. Keberhasilan pengungkapan tersebut disampaikan Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora saat gelar ungkap kasus di Mako Ditreskrimsus, Selasa (19/7/2022).


Didampingi Kabidhumas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Dirreskrimsus mengungkapkan satu tersangka berinisial MA yang saat ini menjabat sebagai sekda diduga melakukan korupsi dalam proyek pembangunan jalan paket 1 dan 2 pada 2010 ketika masih menjabat sebagai Kepala DPU Kabupaten Pemalang.

Pengungkapan kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh MA tersebut terkuak usai terpidana kasus korupsi yang telah usai menjalani masa hukuman mengungkapkan bahwa mereka tidak bekerja sendiri dalam kasus tersebut.

“Para terpidana yang telah bebas ini menyebutkan  Kepala DPU saat itu, MA juga ikut terlibat. Selanjutnya mereka membuat laporan kepada Ditreskrimsus Polda Jateng,” ujar Johanson.

Kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dan hasilnya menetapkan MA sebagai tersangka tindak pidana dugaan korupsi. 

“Untuk sekarang kita belum melakukan pemanggilan sebagai tersangka, nanti kita akan memanggilnya sebagai tersangka,” tuturnya.

Saat itu, lanjut Johanson, MA meminta agar pencairan dana pembangunan jalan itu sebanyak 100 persen. Padahal progres pembangunan baru 73 persen.

"Perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan oleh MA yang sekarang menjabat sebagai sekda pencairan 100 persen dari paket 1 dan 2 yang sebenarnya pekerjaan masih 73 persen dan penyerahan uang Rp 500 juta kepada perusahaan padahal bukan yang pemenang proyek," kata Johanson

Adapun total nilai proyek pengadaan jalan tersebut Rp6.579.000.000. Akibat korupsi yang dilakukan tersebut mengakibatkan kerugian negara hingga mencapai Rp1 miliar. (Indra)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama