Sentra Rendang Bisa Sekelas Industri Nasional


Wakil wali kota turut memasak rendang


PAYAKUMBUH-Tidak pernah sepi akan kunjungan tamu baik dari dalam daerah, luar daerah dan bahkan hingga tamu dari luar negeri, UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Rendang (P3R) Sentra Rendang kota Payakumbuh yang berada di kelurahan Padang Kaduduk, kecamatan Payakumbuh Utara pada Senin (18/7) sambut kedatangan rombongan dari  Koperasi Pemasaran Anak Nagari Minangkabau (KOPAS ANAM) Sumbar.


KOPAS ANAM yang diketuai oleh Ir. Fibrianti Takarina, MT (pemilik IKM Dapur Mutiara kota Payakumbuh) itu turut membawa 19 orang lainnya yang terdiri dari anggota dan pembina KOPAS ANAM. Adapun tujuan kedatangan KOPAS ANAM ke Sentra Rendang untuk bersilaturahim sekaligus melihat langsung proses produksi di sentra rendang kota Payakumbuh.

Disambut langsung oleh penggagas berdirinya sentra rendang kota Payakumbuh yang juga sekaligus wakil walikota (Wawako) Payakumbuh Erwin Yunaz, rombongan KOPAS ANAM ditrima di ruang pertemuan gedung lantai II kantor Dinas Tenaga Kerja dan Peridustrian (Disnakerperin).

Wawako tidak sendiri, orang nomor dua di Pemko Payakumbuh itu juga didampingi Kepala Disnakerperin yang diwakili Sekretaris Doni Saputra, Kabid Perindustrian Gesmalindra, Plh. Kepala UPTD P3R Rendi Rozeno, ketua Koperasi Rendang Payo Ira Azhar, Fungsional Pangan Disnakerperin Rendi Pratama serta bersama staf Sentra Rendang lainnya.

Dengan mengucapkan selamat datang, Erwin Yunaz sampaikan bahwa sentra rendang kota Payakumbuh hadir untuk mewujudkan impian UMKM yang ada agar semakin maju dan jaya dapat segera menjadi kenyataan.

“Sentra Rendang ini kita arahkan agar dapat membawa seluruh UMKM kota Payakumbuh untuk dapat sekelas dengan industri nasional yang ada saat ini. Dan dengan selalu berada di jalur rencana dan terus berjuang, maka tidak mustahil industri Rendang UMKM kota Payakumbuh naik kelas sehingga dapat setara dengan industri nasional,” ucap Erwin semangat.

Dilanjutkannya, agar dapat mencapai hal tersebut, maka kita semua yang berada disini diminta untuk dapat saling bersinergi, serta secara bersama untuk membawa Sentra Rendang yang menaungi UMKM Kota Payakumbuh ini bisa ditrima di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Erwin mengungkapkan jika dari awal hingga sekarang sentra rendang kota Payakumbuh selalu didukung penuh dari pihak kementrian agar sentra rendang kota Payakumbuh selalu berkembang untuk membawa UMKM Kota Payakumbuh semakin maju.

“Dan untuk membawa sentra rendang ini maju dan berkembang, tidak hanya peran pelaku usaha saja yang utama, tetapi juga tentunya peran aktif dari Koperasi Rendang Payo yang bekerjasama dengan Sentra Rendang ini lebih penting lagi”, imbuhnya.

Disampaikan orang nomor dua di Pemko Payakumbuh itu bahwa dalam menjaga tradisi dan budaya kuliner rendang yang sudah turun temurun dari nenek moyang, maka tidak hanya sentra rendang saja, akan tetapi kota Payakumbuh turut diperkuat juga dengan landmark City of Randang nya. 

“Tidak sampai disitu saja, kita turut mendirikan program School of Randang yang mana bertujuan untuk mentransfer semua ilmu tentang rendang kepada generasi penerus agar rendang ini tidak diakuisisi oleh pihak lain suatu saat ini karna efek dari tidak ada pengetahuan generasi penerus nantinya,” pungkas Erwin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) kota Payakumbuh yang diwakili Sekretaris Doni Saputra sampaikan jika sentra rendang 2 tahun belakang terhambat dan terbatas untuk perkembangannya.

“Hal ini bukan tanpa sebab juga, karna hal ini terjadi imbas dari efek covid-19 yang telah melanda semuanya, sehingga berdampak terhadap seuruh unsur dan elemen masyarakat, baik itu di tingkat rumah tangga bahkan sampai industri,” ujar Doni.

Doni turut menyampaikan jika Rendang saat ini sudah diajukan ke UNESCO untuk dapat dijadikan warisan budaya tak benda dunia dari Sumatra barat.

Pembina KOPAS ANAM Budi Indra yang merupakan ketua para perantau Minang di Hamburg (Jerman) ungkapkan rasa bahagianya atas sambutan kedatangannya bersama rombongan di sentra Rendang.

Budi yang merupakan seorang engineer tamatan Universitas di Germany itu mengatakan jika dia bukanlah orang yang paham akan kuliner terutama untuk rendang, akan tetapi saya tergerak melihat semangat para pelaku usaha di kota Payakumbuh ini untuk membantu dalam mencari pasar rendang disini,” ungkap Budi yang juga merupakan ketua dari ikatan perantau Minang di Hamburg.

Budi berharap dengan kedatangannya langsung melihat produksi pembuatan rendang di sentra rendang Payakumbuh akan dapat membawa cerita ketika balik lagi ke Jerman nanti untuk disampaikan ke para pembeli disana.

“Iya, dengan ini tentu akan lebih dapat saya meyakinkan para pembeli disana nantinya agar produk dari sentra rendang Payakumbuh sudah layak untuk masuk pasar internasional,” ungkapnya bahagia.

Selaku Ketua KOPAS ANAM Fibrianty Takarina dalam kesempatan tersebut turut ucapkan trima kasih atas sambutannya.

Ketua yang juga pemilik dari IKM Dapur Mutiara kota Payakumbuh itu katakan jika saat ini, anggota dari KOPAS ANAM masih melakukan produksi produknya skala rumahan.

Fibrianty menghimbau kepada seluruh anggota untuk turut membantu koperasi sentra rendang kota Payakumbuh dalam pengembangan dan kemajuannya, dengan melakukan produksi di sentra rendang kota Payakumbuh.

Menurut ketua KOPAS ANAM itu, dengan hadirnya pembina KOPAS ANAM Budi Indra, tentu besar harapannya beliau dapat selalu hadir dan membantu dalam pemasaran produk rendang kita ini di negara-negara Eropa kedepannya,” ungkapnya.

Setelah penyambutan tersebut, rombongan dari KOPAS ANAM dibawa berkeliling untuk melihat proses produksi pembuatan rendang mulai dari bahan baku hingga sudah di bungkus di sentra rendang kota Payakumbuh. (AA)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama