Bangun Patung, Winoto Terima Penghargaan dari Dandim

 Dandim serahkan penghargaan


DHARMASRAYA-Bangun patung dua tokoh nasional yang presiden, Soekarno dan Joko Widodo, warga dapat penghargaan dari Dandim. Warga yang menerima penghargaan itu adalah Winoto. Warga itu juga buat patung Burung Garuda yang merupakan lambang negara.


Penghargaan diberikan Dandim 0310/ SSD, Letkol. Inf. Endik Hendra Sandi. Penghargaan diberikan di kediaman  Winoto, Jorong Koto Panjang, Nagari  Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar, Dharmasraya, Jumat (12/8/2022). 

Endik Hendra Sandi mengatakan, TNI AD, khususnya Kodim 0310 Sawahlunto Sijunjung Dharmasraya bangga dan terharu terhadap Winoto yang membangun patung burung Garuda Pancasila dan patung dua presiden dengan dana pribadi dan habiskan dana  lebih kurang Rp300 juta. 

Warga yang membangun patung itu bernama Winoto. Dia mengatakan, pembangunan dua patung tokoh nasional, masing-masing Presiden Soekarno dan Presiden Joko Widodo. "Saya membuat patung dengan biaya sendiri karena keikhlasan didasasi kekaguman pada dua tokoh itu," katanya.

"Saya membangun patung ini dengan modal sendiri. Tidak bantuan dana dari siapa pun. Kalau saya hitung kedua patung dan tempat dana, maka yang dihabiskan lebih kurang Rp300 juta yang mana ukuran tempat ini enam meter kali empat meter dan tinggi patung 2,5 meter yang didatangkan dari Jawa. 

Dia mengaku, patung itu dibuat untuk mengingat sejarah. "Nanti akan saya bangun lagi patung pahlwan nasional guna menghargai jasa  dan pengorbanan mereka pada negara," kata dia.

Warga transmigrasi itu rela keluar banyak uang karena cinta Indonesia. Dia cinta kemerdekaan dan memuji tokoh yang banyak berjasa bagi negara. Patung yang dibangun adalah patung Proklamator Soekarno dan Presiden Joko Widodo.

Salah seorang pengunjung patung itu, Laylatun Nuraini, yang seorang mahasiswi, Minggu (7/8/2022) menyatakan kagum dengan patung yang dibuat warga transmigrasi itu.

"Saya kagum dan bangga bisa berfoto di patung Bung Karno dan Pak Joko Widodo," katanya.

Dia menambahkan, untuk berfoto tak dikutip biaya oleh pemilik rumah, alias gratis. Dia menyebut, patung tersebut bisa dibilang sebagai tempat wisata edukasi.

Patung tersebut menjadi lebih bermakna karena sekarang jelang 17 Agustus. "Dengan wisata edukasi, bisa meningkatkan nasionalisme dan cinta tanah air," kata Laylatun Nuraini. (eko)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama