Diserahkan Wali Kota Payakumbuh, Pemain Timnas U-16 Terima Bonus

 Wali Kota Riza Falepi serahkan reward pada pemain Timnas U-16, Muhammad Nabil Asyura


PAYAKUMBUH-Wali Kota Riza Falepi mengapresiasi pelajar yang mengharumkan nama Payakumbuh di kancah nasional dan provinsi. Wali kota menyerahkan bonus pada pemain Timnas U-16 dan lima anggota paskibra Sumatera Barat di pendopo rumah dinas wali kota, Selasa (23/8/2022).


Pemain Timnas U-16, Muhammad Nabil Asyura menerima bonus yang berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) Bank Nagari melalui Dinas Pendidikan Payakumbuh itu diserahkan Wali Kota Riza Falepi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dasril, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Nofriwandi, Ketua Askot PSSI Diki Engla Murdianto.  

Muhammad Nabil Asyura merupakan top skorer Piala Soeratin U-15 saat bermain untuk PSP Padang. Kemudian ditarik PPLP, kemudian dipanggil oleh pelatih nasional Bima Sakti memperkuat timnas ke Piala AFF U-16 dan berhasil menjuarai ajang tersebut.

Sementara itu, lima pelajar yang terpilih menjadi paskibra provinsi dalam HUT RI ke-77 di kantor gubernur, mereka diberi kepercayaan posisi terbaik.

Siswa SMAN 3 Payakumbuh Frandhiko Utama Deza sebagai komandan kelompok 17 pagi, siswi SMAN 1 Payakumbuh Dwi Intan Febrianti pembawa baki bendera saat upacara pagi, siswa SMAN 1 Payakumbuh Fajry Akbar penggerek bendera pagi, siswi SMAN 2 Payakumbuh Azizi Zahira Shofa pendamping pembawa bendera pagi dan siswa SMAN 1 Payakumbuh Muhammad Iqbal komandan kelompok 17 sore.

Kepala Disparpora Nofriwandi menyampaikan, para pelajar asal Payakumbuh tersebut bisa berprestasi karena pembinaan dan latihan dari guru dan pelatih. 

Riza Falepi menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih pelajar ini.  "Berprestasi membuat seseorang semakin serius, maka semakin tidak nyaman pula hidup, tapi banyak orang yang rela untuk itu. Mike Tyson saja latihan 200 ronde, tapi saat bertanding memukul orang satu ronde tumbang," jelasnya.

Riza menyampaikan pesan kepada pelajar lainnya kalau ingin berprestasi maka harus menghargai orang tua, mereka yang lebih tau kita siapa.

"Wali kota ini nomor berapa lah, orang tualah yang sayangnya lebih besar dibanding orang lain. Saya terharu bagaimana Nabil yang orang tuanya rela bela-belain beli sepatu yang bagus supaya Nabil bisa bermain bola," tukuknya.

Termasuk pelatih dan guru, kata Riza, apabila sudah ada rasa sombong, maka kegagalan akan menanti. Begitulah faktanya, wali kota adalah orang yang terakhir, menjadi pembantu umum saja, berkontribusi dengan apa yang bisa dibantu. (AA)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama