Ditahan di Papua Nugini, Ini Kabar Terbaru 12 Nelayan Asal Merauke

Kapolres Merauke berikan keterangan pers


MERAUKE-Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia di Papua Nugini sedang memperjuangkan 13 anak buah kapal (ABK) dari dua kapal nelayan asal Kabupaten Merauke, Papua yang ditahan PNG segera dipulangkan ke Indonesia.


Belasan ABK tersebut terdiri dari tujuh  dari KMN Arsila 77 dan enam dari KMN Baraka Paris 21. Kapal-kapal itu ditahan aparat PNG di perairan Pulau Turi, PNG, Senin (22/8/2022).

"Sebanyak 13 ABK masih di PNG. Insya Allah segera dipulangkan. Dari Kedutaan Indonesia di PNG lagi bekerja maksimal," kata Kapolres Merauke, AKBP Sandi Sultan

Kapolres menjelaskan, Dubes Indonesia di PNG menyampaikan kepada pemilik kapal didampingi staf perbatasan dari provinsi terkait kondisi ABK

Sebanyak 13 ABK tersebut sekarang dalam keadaan sehat. Para ABK yang ditahan, di KMN Arsila 77, Syarif Casiman (32), warga Lampu Satu Merauke, Laode Darsan (40), warga Kampung Wogikel, Mess Mapuko Merauke, Riki Hemi Setiawan (38) warga Kampung Kuprik, Distrik Semangga, Merauke.

Kemudian, Farid Sasole (31), warga Seringgu, Merauke, Peli Puswakor (22), warga Jalan Ermasu Merauke, Joni (46) seorang koki yang merupakan warga Probolinggo, Ceno Jelafui (28) warga Jalan Seringgu Merauke.

Sedangkan, enam ABK di KMN Baraka Paris, Rohman (43), warga Pasuruan, Joni (51), warga Banjarnegara, Amin Nurul Mustofa (21), warga Jagebob Merauke.

Kemudian, Nuriadi (42), warga Jalan Ahmad Yani Probolinggo, Beni Wasel (26), warga Jalan Natuna Kabupaten Merauke dan Fernando Tuwok (22), warga Jalan Kelapa Lima Merauke. (farid)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama