Dugaan Korupsi di Dharmasraya Segera ke Meja Hijau

 Jajaran jaksa dan pihak lainnya


DHARMASRAYA-Dugaan korupsi yang terjadi dalam pembangunan sentral industri kecil dan menengah (IKM) di daerah Nagari Gunung Medan, Dharmasraya segera disidangkan. 


Dalam kasus tersebut, enam orang ditetapkan menjadi tersangka, satu tersangka merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejari Dharmasraya, M Haris Hasbullah melalui Kasi Pidsus Afdal Saputra, Selasa (16/8/2022) ketika ditemui di ruangan kerjanya.

Dia mengatakan, Kejaksaan Negeri Dharmasraya, Kamis (11/8/2022) menerima pelimpahan berkas perkara tentang dugaan korupsi pembangunan, sentral IKM di daerah Nagari Gunung Medan dari Penyidik Kejati Sumatera Barat.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Kejaksaan Negeri Dharmasraya menerima enam tersangka. "Tahap dua yang diserahkan penyidik Kejati Sumbar kepada JPU Kejaksaan Dharmasraya, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sentral IKM," katanya.

Keenam tersangka tersebut, tiga orang sebagai penyedia atau kontraktor berinisial, A, Z dan EY. Sedangkan EO merupakan ASN pada Dinas Kumperdag sebagai PPK dalam proyek tersebut serta S (konsultan pengawas) dan Z yang tersandung dalam kasus tindak pidana pencucian uang.

"Keenam tersangka ditahan untuk memudahkan kelancaran persidangan. Empat tersangka dititipkan di LP KeLas III Dharmasraya, satu di Rutan Anak Aia Padang dan satu lagi berinisial EO dititipkan di Rutan Polres Dharmasraya," katanya.

Dia menambahkan, selama 20 hari kedepan untuk mempersiapkan kelengkapan berkas perkara, sebelum dilimpahkan ke pengadilan.  Dijelaskanya, keenam tersangka tersebut, diduga melakukan tindak pidana korupsi pengerjaan pembangunan IKM Logam 2019 pada Dinas Kumperdag Dharmasraya dengan pagu dana Rp6,6 miliar.

"Sesuai audit BPKP, negara dirugikan lebih kurang Rp635 juta," ungkap Kasi Pidsus. (eko)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama