GOR Tanjung Pauh Diberi Nama Nan Ompek, Ini Alasannya

Wali kota olah bola dalam laga persahabatan dengan pemprov


PAYAKUMBUH-Sejak diresmikan pada Desember lalu yang bertepatan dengan HUT Payakumbuh yang ke-51, akhirnya GOR tipe B Tanjung Pauh diberi nama GOR Nan Ompek.


Sebelum peresmian nama GOR tersebut, Wali Kota Riza Falepi, bersama Wakil Bupati Solok Selatan, Wakil Bupati Pasaman, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Forkopimda Payakumbuh, Sekretaris Daerah serta warga bersepeda bersama yang dimulai dari rumah dinas wali kota menuju kawasan wisata Batang Agam yang memanjakan mata dan finish di GOR Tanjuang Pauh.


Kenapa GOR tersebut dinamakan Nan Ompek?

Berdasarkan falsafah adat Minangkabau yang berpangkal dari nilai dasar adat Minangkabau yang empat, yaitu budi, akal, ulemu, mungkin dan patut.

Menurut sejarah, sebelum Islam masuk, falsafah adat Minangkabau adalah adat basandi alua, rumah basandi batu. Setelah Islam masuk, membawa ajaran syarak yang empat, yaitu hakekat, tarekat, marifat dan syariat. Setelah itu falsafah tersebut diganti dengan syaral mangato, adat mamakai.

Selain itu dalam adat juga dikenal istilah, adat nan ampek, kato nan ampek, hukum nan ampek, undang nan ampek serta nagari nan ampek.

Selain filosofi tersebut, penamaan ini juga dianugerahi dari gelar wali kota sebagai pemimpin daerah yang menggagas berdirinya GOR ini sebagai Datuak ka Ompek Suku. Secara geografis GOR ini berada di Kanagarian Koto Nan Ompek.

"Alhamdulillah, akhirnya GOR ini sudah diberi nama. Mudah-mudahan gedung ini bisa dimanfaat dan masyarakat kita juga semakin bugar dengan sarana olah raga ini," kata Riza Falepi saat peresmian nama GOR, Rabu (7/9/2022).

Wali kota juga meletakan batu pertama pembangunan arena sepatu roda yang berlokasi di sebelah GOR Nan Ompek. "Semoga dengan fasilitas olah raga yang telah kita bangun bersama ini bisa melahirkan atlet yang terus mengharumkan nama Payakumbuh," harapnya.

Setelah itu, Riza Falepi bersama rombongan menuju lapangan sepak bola bertaraf nasional itu untuk bermain sepak bola mengikuti laga eksebisi antara tim Pemko Payakumbuh berhadapan dengan tim Pemprov Sumbar.

Tim pemko dikomandoi Riza Falepi sedangkan kapten tim pemprov dipimpin oleh Kadis Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda.

Sejak menit awal jual beli serangan terjadi antara kedua tim. Berkat kepiawaian Riza Falepi mengocek sikulit bundar umpan terobosannya kepada Yudifo Yandri yang bekerja di Dinas Pertanian berbuah gol.

"Luar biasa Pak Wali ini, selain pintar membangun Payakumbuh ternyata juga jago bermain sepak bola," kata komentator laga eksebisi yang diiringi tepuk tangan penonton.

Akhirnya menjelang laga berakhir tim pemrov menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir imbang sampai pluit tanda berakhir pertandingan ditiup wasit. (AA)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama