Oknum Terlihat Pembunuhan dan Mutilasi, Ini Kata Pangdam XVII/Cendrawasih

 

Pangdam berikan keterangan pers


TIMIKA-Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra dampingi Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memberikan keterangan pers terkait dengan peristiwa pembunuhan dan mutilasi di kabupaten Mimika pada 22 Agustus lalu. Jumpa pers di Rimba Papua Hotel, Senin (5/9/2022).


Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dengan tegas mengatakan, oknum-oknum prajurit TNI yang terlibat dan telah menjadi tersangka kasus pembunuhan serta mutilasi empat warga asal Nduga itu terancam diberhentikan atau dipecat dengan tidak hormat (PTDH).

Pangdam menjelaskan, walaupun proses pengadilan terhadap para pelaku tidak dilaksanakan di Timika sesuai dengan permintaan pihak keluarga korban, namun tetap dipastikan, proses persidangan yang entah nantinya dilaksanakan di Oditoriat Jayapura atau Makassar, akan berjalan dengan terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Semua terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi, sesuai dengan pasal yang disangkakan itu. Bahkan kalau dihukum militer,  ada pemberatan lagi. Kemungkinan para tersangka dari oknum TNI ini akan dipecat tidak dengan hormat,” tegas Pangdam.

Dikatakan Pangdam, untuk dua terduga pelaku lainnya, Pratu AP dan Prada Y yang disebut turut terlibat, sedang dilakukan pendalaman oleh tim penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih bersama Subdenpom Mimika. (farid)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama