Belum Urus Izin, Bangunan Disegel Dinas PUPR Payakumbuh

Sebuah bangunan disegel karena belum urus izin


PAYAKUMBUH- Selama 2022, sebanyak 16 bangunan tak berizin disegel tim penertiban bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kota Payakumbuh.

Dari 16 bangunan tersebut, sebelas bangunan disegel pada tahap pertama dan empat bangunan disegel pada tahap dua. Tiga diantaranya yang berlokasi di Payakumbuh Barat telah dicabut persetujuan bangunan gedung (PBG).

"Dari tiga itu, yang dua sudah memperbaharui PBG-nya dan telah melanjutkan kembali pembangunanya, dan yang satu lagi telah kita terbitkan SP-III dan disegel," kata Kadis PUPR Muslim saat penyegelan di Kelurahan Napar, Kamis (13/10/2022).

Dikatakan Muslim, sebelum dilakukan penyegelan, Dinas PUPR telah terlebih dahulu memberikan surat teguran beberapa kali terhadap pemilik bangunan.

"Penyegelan ini merupakan tahapan setelah diberikan teguran, dimana kita memberikan teguran tiga kali, karena tidak ada respon dari pemilik bangunan makanya disegel," terang Muslim.

"Untuk segel akan kita buka setelah pemilik bangunan mengurus semua perizinannya," tukuknya.

Kepala Dinas PUPR juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan mendirikan bangunan agar tidak ragu dalam pengurusan PBG karena pengurusannya tidak sulit dan cepat."Jika masyarakat melakukan pengurusan dan syaratnya lengkap, paling lama pengurusannya enam hari kerja, dan untuk biayanya berdasarkan luas dan jenis bangunan," ucapnya.

Ditambahkannya, warga sebelum mendirikan bangunan uruslah izinnya terlebih dahulu karena pengurusannya mudah dan cepat.

Dijelaskan Kepala Bidang Penataan Ruang Eka Diana Rilva, keempat bangunan yang disegel pada tahap dua sudah diberi teguran SP-III berlokasi di Payakumbuh Barat dan satu di Payakumbuh Utara.

"Kebanyakakan bangunan yang disegel ini pembangunanya tidak sesuai dengan PGB dan melewati garis sempadan bangunan dan proses pembangunannya harus dihentikan sampai izinnya keluar," ucapnya.

"Kalau tidak diurus kita sarankan kepada pemiliknya untuk membongkar bangunanya sesuai dengan Perwako 82/2019," pungkasnya. (AA)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama