Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Kewalahan, Wali Kota Payakumbuh: Sesuaikan Harga

 Penjabat Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda


PAYAKUMBUH-Penjabat Wali Kota Rida Ananda menghimbau perajin tahu dan tempe di Payakumbuh untuk terus berproduksi di tengah harga kedelai yang cenderung tidak stabil dengan menyesuaikan harga kedelai dengan hasil produksi, sehingga tidak mempengaruhi usaha.

Mahalnya harga kedelai membuat pengusaha yang memproduksi tahu dan tempe kewalahan. 

"Tahu dan tempe merupakan bahan untuk konsumsi kita sehari-hari. Saat ini resesi kedelai mulai terjadi, kita harus bersiap," kata Rida kepada media, Selasa (25/10/2022).

Rida menambahkan, dari informasi yang dirangkum dari beberapa sumber, alasan harga kedelai di Indonesia meningkat di antaranya suplai kedelai yang masih mengandalkan impor, kelangkaan kapal kargo, kelangkaan kontainer dari Amerika, serta biaya pengapalan yang terus naik.

“Kondisi geopolitik seperti perang dan kondisi iklim yang menyebabkan gagal panen juga mempengaruhi harga pangan termasuk kedelai,” katanya.

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Arif Siswandi menyebut, satgas pangan juga meningkatkan proses koordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau distribusi kedelai dan adanya isu permainan harga di lapangan.

"Kita dapat informasi dari Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Ketahanan Pangan kalau stok kacang kedelai saat ini masih stabil," ujarnya.

Ditambahkan Arif, dari laporan pemantauan harga dan ketersediaan khusus kedelai, hari ini harga di toko-toko besar Rp700.000 hingga Rp720.000 per karung.

"Stok aman dan mencukupi tidak ada barang kosong atau langka. Kedelai berasal dari impor dan dipesan dari Medan serta Pekanbaru. Memang harganya naik baru 10 hari belakangan karena dipengaruhi kenaikan harga BBM dan naiknya jasa atau upah angkat," ungkapnya. (JND)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama