Potensi Kerawanan Pemilu Perlu Diantisipasi

Gubernur dan forkopimda bahas persiapan pemilu

PADANG-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat rapat dengan forkopimda terkait sinergitas dan antisipasi potensi kerawanan tahapan pemilihan umum serentak 2024. Rapat di Makorem 032 Wirabraja, Padang, Jumat (28/10/2022). 

Rapat ini bertujuan meningkatkan integritas dan profesionalisme sehingga tercipta sinergitas yang kuat dan saling berkesinambungan. Selain itu dengan seluruh pemangku kepentingan pemilu dapat menjalankan tugas dengan baik, sehingga tercipta iklim demokrasi yang damai dan kondusif.

Gubernur Mahyeldi mengatakan, kesuksesan pemilu di 2024 ditentukan faktor kesiapan penyelenggara, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan. 

"Salah satu indikator penting dalam mengukur kesuksesan penyelenggaraan pemilu adalah situasi yang tertib dan aman. Setiap pemangku kepentingan perlu mengawal seluruh rangkaian tahapan pemilu dengan baik," ungkap gubernur.

Gubernur menyampaikan, perlu dilakukan deteksi dan cegah dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang dapat mengganggu pelaksanaan perhelatan pesta demokrasi yang akan datang. 

Ditabuhnya gendang pemilu menurut gubernur, tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas politik lima tahunan saja, namun terdapat sejumlah potensi kerawanan yang harus diantisipasi, agar kesuksesan kepemimpinan nasional dapat berjalan dengan baik.

"Pengawasan yang kuat disertai dengan penerapan sanksi yang tegas menjadi kunci untuk memastikan terlaksananya netralitas  dalam pemilu," ujar gubernur 

Anggota Bawaslu Sumbar, Alni, mengatakan perlunya mengukur indeks kerawanan pemilu (IKP). Hal itu digunakan sebagai strategi dalam menentukan langkah-langkah antisipasi, pencegahan dan meminimalisir kerawanan dan pelaksanaan pemilu. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama