Program Rp4 Miliar Satu Kampung Turunkan Angka Kemiskinan di Kaimana

Pemaparan Bupati Kaimana dalam rakor kepala daerah


KAIMANA-Berdasarkan data statistik angka kemiskinan di Kaimana dari total jumlah penduduk 62.957 orang, 16,04 persen di antaranya penduduk miskin atau setara dengan 10.310 jiwa. 

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kaimana di bawah kepemimpinan Bupati Freddy Thie dan Wakil Bupati Hasbulla Furuada guna menekan angkat tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Freddy Thie saat menjadi narasumber dalam rapat kerja bupati/alikota se-Provinsi Papua Barat, Jumat (21/10/2022) di Aimas Convention Center.

"Kami terus berupaya menurunkan angka kemiskinnan dengan berbagai program. "Salah satunya adalah program rehab rumah dengan anggaran Rp4 miliar per kampung," kata Freddy.

Dikatakan Freddy, program Rp4 miliar per kampung memiliki keberpihakan terhadap orang asli Papua (OAP) di Kaimana. "Saya mau katakan program Rp4 miliar ini 1.000 persen berpihak untuk OAP, sebab dari total 84 kampung 80 persen dihuni oleh basudara OAP," ujar Kaibus, sapaan akrabnya.

Bupati mengaku, program yang dilaksanakan secara matematis mampu menurunkan angka kemiskinan. "Program itu menurunkan angka kemiskinan karena serapan tenaga kerja yang luar biasa," pungkasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya membuat simulasi penyerapan tenaga kerja melalui program Rp4 miliar per kampung yang telah digelontorkan sejak tahun anggaran perubahan 2021 silam.

"Kalau dari satu kampung kita anggarkan satu rumah dengan nilai rehab Rp100 juta, maka ada 40 rumah yang direhab. Dari 40 rumah itu katakanlah ada lima tukang, maka satu kampung bisa serap sekitar 200 tenaga kerja," jelasnya.

Bupati mengatakan, melalui program Rp4 miliar per kampung tersebut, secara matematis pihaknya mampu menyerap tenaga kerja 6.000 orang. "Jika simulasi ini kita pakai, maka dari formasi yang sudah sejak 2021 ada empat berarti ada 800 tenaga kerja dan ditambah tahun anggaran 2022 ada 26 kampung maka ada 1.200 orang artinya akan terserap 6.000 tenaga kerja, ini luar biasa," lanjutnya.

Ia mengatakan, simulasi ini terjadi secara simultan, dengan begitu angka kemiskinan di Kaimana akan turun secara drastis. (farid)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama