148 Warga Payakumbuh Masuk Kategori Miskin Ekstrim

Rakor penanggulangan kemiskinan

PAYAKUMBUH-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Payakumbuh adakan rapat koordinasi dengan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) Payakumbuh, Kamis (3/11/2022). Rapat di kantor wali kota. Dalam pertemuan itu terungkap kalau 148 warga Payakumbuh masuk kategori miskin ekstrim.

Rapat koordinasi itu dihadiri Plt. Sekretaris Daerah Dafrul Pasi. Sebanyak 19 kepala perangkat daerah yang tergabung dalam TKPK menyampaikan gagasan, aspirasi, serta berbagi pengalaman terkait penanggulangan kemiskinan yang bisa dilakukan bersama-sama.

Dafrul Pasi menegaskan, semua pihak perlu memastikan semua program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Dafrul Pasi, salah satu cara efektif menangani kemiskinan ekstrim adalah dengan pendekatan multi-sektor dan kerjasama dengan berbagai pihak, mengingat kemiskinan ekstrem bisa disebabkan oleh banyak faktor.

Dafrul menyampaikan, berdasarkan hasil dari konsultasi Dinas Sosial dan Bappeda Payakumbuh ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pemerintah pusat menegaskan, pemerintah daerah hanya bisa menyalurkan bantuan sosial dua persen dari anggaran dana transfer umum dari basis data terpadu kesejahteraan sosial.

Diungkapkannya, terkait informasi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kementerian Sosial jika saat ini data P3KE hanya merujuk kepada data dari pendataan keluarga 2021 (PK21) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang mana data tersebut masih dalam proses pemadanan dengan DTKS. (AA)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama