Ada Kabar Baik untuk Penghuni Rumah Nyaris Runtuh di Kuansing

Pelaksana Tugas Ketua Baznas Kuansing, Syafriadi

KUANSING-Ada kabar baik bagi penghuni rumah miring yang dihuni warga kurang mampu di Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.  

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kuantan Singingi segera memperbaiki rumah tersebut dan dibuat menjadi layak huni. Pelaksana Tugas Ketua Baznas Kuansing, Syafriadi, Kamis (10/11/2022) mengatakan, bantuan rehab rumah segera diberikan pada keluarga Parnisman itu.

"Akan kita bangun di tahun ini, administrasinya sudah dalam proses. Sabar saja," kata dia.

Sebelumnya diberikan, sebuah bangunan terbuat dari kayu kondisinya sudah miring. Bangunan itu berlantai tanah. Kalau sudah hujan, jangan lagi disebut, bocor di sana-sini. 

Bagi Parnisman bersama istrinya, Endang, bangunan tersebut disebutnya sebagai rumah. Pasangan suami istri yang tinggal di Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau tak punya pilihan selain tetap tabah menerima kenyataan. Keluarga itu tak mampu memperbaiki rumah, karena secara ekonomi mereka memang kurang beruntung.

Pasangan Parnsiman dan Endang telah 15 tahun tinggal bersama di bangunan tersebut. Kini, mereka galau, bangunan tersebut tinggal menunggu runtuh.

Tiang penyangga bangunan tersebut telah lapuk. Dinding yang terbuat dari kayu juga sudah lapuk. "Kami tak tahu harus mengadu pada siapa," kata Parnisman, lirih.

"Beginilah kondisi tempat tinggal kami. Selain reot, dinding dan lantai hanya beralaskan tikar di tanah. Atapnya banyak yang bocor," ujarnya kepada liputankini.com saat berkunjung ke kediaman keluarga itu, Rabu (9/11/2022).

Parnisman merupakan petani karet. Dia tak punya kebun. Dia cuma pekerja di kebun orang. "Kalau musim hujan begini, saya tak bisa menoreh karet," kata dia.

Hari demi hari dilalui keluarga itu dengan keadaan seadanya. Bagi mereka, rumah yang layak tak mungkin bisa dimiliki. "Makan saja tiga kali dalam sehari, kami sudah bersyukur," kata Parnisman.

Pasangan suami istri itu dikaruniai dua anak. Satu masih sekolah di SMP, satu lagi sudah berhenti sekolah karena ketiadaan biaya. Keluarga tersebut dapat bantuan pemerintah melalui progam keluarga harapan (PKH). (ridho magribi)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama