Kisruh Karyawan dan PT Tirta Investama Solok, Gubernur Sarankan Musyawarah

 Pertemuan dengan gubernur dengan jajaran PT Tirta Investama


PADANG-Gubernur Mahyeldi menyarankan perselisihan yang terjadi antara pihak karyawan dan perusahaan PT Tirta Investama Solok agar dimusyawarahkan dengan niniak mamak setempat, agar para niniak mamak dapat memberikan saran kepada para pekerja, yang diketahui banyak berasal dari daerah Solok. 

"Saran saya permasalahan tersebut baiknya disikapi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apa yang diputuskan perusahaan sudah benar, selebihnya hal ini dapat dimusyawarahkan," ujar gubernur saat menerima kunjungan perwakilan PT Tirta Investama Solok di Padang, Jumat (4/10/2022). 

Gubernur mengundang beberapa kepala OPD yang berasal dari Kabupaten Solok, untuk turut andil menyelesaikan permasalahan tersebut.

Institutional Legal and Legal Affairs  Director, Luqman Fauzi, menyampaikan terkait perselisihan pemberian upah bagi pekerja dan perusahaan. Menurutnya dasar perhitungan tuntutan upah lembur tersebut berasal dari dua jam kerja dan satu jam waktu istirahat.

"Kami masih berselisih paham mengenai pembayaran upah lembur satu jam pada waktu istirahat,” ujarnya. 

Ia melanjutkan, menurut ketentuan perjanjian kerja bersama (PKB) Aqua dan peraturan perundangan yang berlaku, upah lembur hanya dibayarkan pada saat pekerja melakukan aktivitas kerja pada jam kerja, bukan pada saat karyawan sedang beristirahat. 

"Perusahan pada intinya tetap mematuhi segala aturan. Ini adalah pertanyaan yang mendasar, apakah hak lembur pada waktu jam istirahat tergolong hak pekerja atau tidak," ucapnya. 

PT Tirta Investama Solok membahas tentang kerjasama  terkait permasalahan lingkungan, baik permasalahan program CSR kedepan sekaligus rencana investasi di Sumbar. (Diskominfotik Sumbar)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama