Pemko Payakumbuh Fokus Tuntaskan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

 Wali Kota Rida Ananda


PAYAKUMMBUH-Penjabat Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda memimpin rapat penanganan dampak inflasi, stunting, kemiskinan ekstrim dan kelancaran transportasi.

Rapat itu diikuti jajaran pemko, pimpinan badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah serta perbankan. Rapat di pendopo rumah dinas wali kota, Selasa (15/11/2022) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Sekda Dafrul Pasi, Asisten II Setdako Elzadaswarman, Kepala Dinas Perhubungan Devitra, Kepala Dinas Koperasi dan UKM M. Faizal, Kepala Satpol PP dan Damkar Dony Prayuda, Kepala Dinas P3AP2KB AH Agustion, Kepala Dinas Kesehatan Wawan Sofianto, Kepala Dinas PUPR Muslim, Kepala Dinas Kominfo Junaidi, camat, Kepala Bank Nagari Cabang Payakumbuh Oktra Firdaus, Direktur Utama Pamtigo Khairul Ikhwan, serta pimpinan BUMN, BUMD, dan perbankan lainnya.

Rida Ananda memperkenalkan satu persatu jajarannya kepada para tamu, gunanya supaya saling kenal bila sewaktu-waktu ada berurusan antara BUMN, BUMD, dan perbankan dengan jajarannya nanti.

Rida juga menyampaikan tiga program yang menjadi concernnya dari pemerintah pusat adalah bagaiamana keberhasilan dan upaya menangani stunting, ekonomi ekstrem, dan pengendalian inflasi. Rida menyebut butuh sinergi antara pemerintah bersama badan usaha.

"Pertemuan ini semoga menjadi wadah, wahana berbagi ide dan menghasilkan langkah kedepan dalam menyukseskan program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo," kata Rida.

Rida juga memaparkan, terkait dengan pengentasan stunting menuju zero, butuh penanganan komprehensif kepada 497 anak. Pihaknya sudah menjalankan program menjadi orang tua asuh bersama pimpinan OPD terkait.

"Kita akan terus menekan angka stunting, karena berdasarkan data resiko stunting bisa terjadi pada 10.055 anak," kata Rida.

Pihaknya mengajak pimpinan BUMN dan BUMD serta perbankan agar turut membantu program pemerintah. "Kami menangis saat melihat ke lapangan, sang ibu lumpuh karena jatuh, suaminya ODGJ, dan anaknya stunting. Kami akan berupaya mencari cara bagaimana ini bisa ditangani," kata Rida.

Terkait dengan inflasi, Rida mengharapkan terkendalinya harga bahan pangan agar petani tidak rugi dan masyarakat konsumen tidak kemahalan. Keterlibatan BUMN, BUMD, dan Perbankan bisa ikut memberikan kontribusi dengan programnya untuk petani.

Di sisi lain, kata Rida, kemiskinan ekstrim, posisi Payakumbuh cukup tinggi, masih banyak masyarakat butuh perhatian, apalagi yang kategori sadikin (Sakit menjadi miskin). "Target Presiden RI, pada 2024 kita harus menghapus kemiskinan ekstrim," tukuknya.

Dalam pertemuan itu, Rida juga menayangkan video rancangan pembangunan pasar kuliner dan halte di hadapan pimpinan BUMN, BUMD, dan perbankan.

Rida menyampaikan keinginan dari masyarakat bagaimana kota ini menjadi indah dan nyaman dikunjungi.

"Tugu adipura sekarang sudah dibuat terang benderang, ada lampunya. Awalnya waktu itu saya bekendara dengan motor, kemudan saya lihat ada kumpulan fotografer, mereka mengambil spot foto di tugu adipura ke arah kanopi. Katanya kurang terang, maka saya telpon Kadis PUPR agar bagaimana Tugu Adipura diberikan lampu agar cerah dan menarik. Pada 2023 nanti Simpang Benteng hingga ke Simpang Telkom juga bakal dibuat terang benderang," kata Rida.

Terkait dengan mempersiapkan kanopi untuk pasar kuliner malam, rencananya nanti akses jalan di waktu sore hari ditutup dan di tengah jalan khusus disediakan venue berjualan dan pertunjukan hiburan musik.

"Insan seni ambil bagian bersama pelaku UMKM, kolaborasi apik untuk menarik minat pengunjung kota kita," jelasnya.

Rida juga menyampaikan rencana mengaktifkan alat transportasi dalam kota, angkot/oplet/sago yang saat ini sedang diproses bersama polres, menghidupkan gairah transportasi umum.

"Kami sering menerima keluhan dari orang tua anak yang usia SMP, anak-anaknya membawa motor ke sekolah, ini berisiko tinggi. Minimal nanti kita sudah punya ada alat transportasi untuk siswa sekolah dan masyarakat umum. Pemda berupaya memberikan fasilitas terbaik untuk masyarakat," kata Rida.

"Halte-halte kita juga sudah sangat memprihatinkan kondisinya, maka kami butuh juga nanti keterlibatan BUMN, BUMD, dan perbankan untuk membantu kota ini cantik dan indah, melalui program CSR. Jujur saja APBD kota ini cuma 700 miliar, separuh sudah habis untuk gaji pegawai, jadi sangat kurang sekali untuk membangun," kata Rida.

Tri Suseno selaku pimpinan BRI Payakumbuh menyampaikan pihaknya siap bersinergi dengan Pemko Payakumbuh untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Tahun ini BRI ada program Desa Brilian, fungsinya meningkatkan perekonomian di desa memanfaatkan ekosistem, tim BRI akan minta usulan ke kantor pusat bagaimana menjadikan Payakumbuh punya desa brilian, dalam hal ini kelurahan, keuntungannya bersama program kerja.

"Hadirnya perbankan, meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk menjalankan anjuran dari Bank Indonesia, transaksi tanpa uang fisik. Terkait dengan pembenahan kepada halte, kami bisa disalurkan lewat CSR 2023 dari Bank BRI," ungkapnya.

Senada, baik dari Kepala Bank Nagari Cabang Payakumbuh Oktra Firdaus dan Kepala Bank Mandiri Chelsea, Kepala Bank BNI Surya Rezeki menyampaikan sangat mensupport rencana yang dipaparkan oleh Pj. Wali Kota Rida Ananda, pihaknya siap menyukseskan program dan rencana yang dipaparkan Rida, feedback dari hal tersebut tentu meningkatnya transaksi keuangan di Kota Payakumbuh serta peluang investasi lainnya. (AA)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama