Sengketa Pemilihan Wali Nagari Empat Koto Pulau Punjung Berlanjut ke Kabupaten

 Pertemuan terkait sengketa pemilihan wali nagari


DHARMASRAYA-Sengketa pemilihan Wali Nagari Empat Koto Pulau Punjung terus bergulir. Sengketa muncul karena ada dugaan kecurangan yang menguntung seorang kandidat. Lantaran ada dugaan kecurangan, pemilihan itu berlanjut dengan gugatan.

Pada Rabu (2/11/2022) dilakukan pertemuan antara penggugat dengan panitia. Pertemuan di Gedung Pertemuaan Umum (GPU) Kecamatan Pulau Punjung.

Hadir dalam penyelesaian masalah tersebut, Camat Pulau Punjung Yulius, Kapolsek Pulau Punjung Iptu Rasfaisal, Danramil Pulau Punjung Mayor CAJ (K) Tuti Andayani dan Bamus  Nagari Empat Koto Pulau Punjung.

Namun, tak ada titik temu dalam pertemuan itu, sehingga penyelesaian lanjut ke Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Sengketa itu diajukan oleh calon wali nagari, Harmendi.

"Saya mengadukan indikasi kecurangan yang terjadi dalam pemilihan  pemilihan wali nagari yang berlansung pada 20 Oktober lalu," kata dia.

Harmendi menjelaskan, ada indikasi upaya  tidak fair dalam proses pemilihan wali nagari, sehingga ada pihak yang diuntungkan.

"Saya berharap dengan pemilihan akan melahirkan pimpinan wali nagari yang sesuai dengan keinginan masyarakat," kata dia.

Camat Pulau Punjung Yulius menyebutkan, pertemuan di kantor camat itu merupakan sengketa atau perselisihan dalam pemilihan Wali Nagari Empat Koto Pulau Punjung.

Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan calon wali nagari Harmendi ke panitia kecamatan. "Pertemuan tanpa kesepakatan, sehingga sengketa berlanjut ke kabupaten," katanya.

Di kecamatan Pulau Punjung, ada tiga nagari yang ada sengketa pemilihan wali nagari. (eko)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama