Serahkan Peralatan Sabhara dan Reskrim, Ini Permintaan Kapolda Riau

 Kapolda serahkan peralatan pada jajaran


PEKANBARU-Kapolda Riau, Irjen Mohammad Iqbal menyerahkan peralatan pengamanan unjuk rasa kepada Direktorat Samapta, Selasa (15/11/2022). Peralatan ini, sebelumnya didistribusikan oleh Mabes Polri.

Iqbal mengingatkan, peralatan ini harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, utamanya dalam memelihara keamanan dan ketertiban.

"Juga dalam rangka melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Peralatan ini dibeli dari uang rakyat, dipersembahkan untuk institusi yang dilegalisasi oleh rakyat untuk mengamankan negara & rakyatnya sendiri demi penegakkan hukum, demi terciptanya keamanan dalam negeri," ucap Iqbal saat memberi pengarahan di lapangan apel Mapolda Riau.

Ia meminta, alat-alat ini digunakan secara profesional dan proporsional, serta menggunakannya dengan penuh tanggung jawab.

Iqbal meminta agar penggunaan peralatan dilatih secara berkelanjutan dan berjenjang. "Semakin hari kita lakukan doktrin yang berkelanjutan, semakin lengket doktrin apa tugas polisi sebenarnya, baik itu secara strategis, filosofis dan teknis," sebut Kapolda Riau.

Dia berpesan kepada seluruh anggota terkait, agar melaksanakan tugas dengan baik sampai dengan purna tugas. "Berikan yang terbaik bagi Polri, masyarakat, bangsa dan negara, terutama Riau yang kita cintai dan kita banggakan ini. Lewat momentum ini mari kita terus berbenah agar Polda Riau bertahan, survive, minimal tidak ada penyalahgunaan wewenang," katanya.

Sejumlah peralatan yang diserahkan kepada Satker terkait. Selain Direktorat Samapta, ada juga peralatan yang diperuntukkan bagi personel di bidang Reserse Kriminal (Reskrim).

Di antaranya yakni enam unit kendaraan bermotor dan kelengkapannya, 120 unit speaker komunikasi, 50 unit tactical voice commander, 465 set Kaporlap Reskrim, 2.530 unit jaket pelindung, 9.900 butir amunisi gas air mata, 1 set drone pemantau Samapta, serta 1 unit kendaraan taktis dalmas riot computer. (ES)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama