Tiga Guru Besar Fakultas Farmasi Unand Dikukuhkan

 Menyanyikan lagu Indonesia Raya



PADANG-Universitas Andalas kukuhkan tiga guru besar tetap di convention hall kampus Limau Manis, Padang, Senin (21/11/2022). Pengukuhan dalam sidang terbuka yang dipimpin Wakil Rektor, Prof. Mansyurdin. Guru besar yang dikukuhkan itu adalah guru besar Fakultas Farmasi. 

Tiga guru besar yang dikukuhkan itu, masing-masing Prof. Dr. apt. Erizal Zaini, S.Si, M.Si sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Farmasetika.

Kemudian, Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, M. Si sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Farmakologi. Satu guru besar lagi, adalah Prof. Dr. apt. Elidahanum Husni, M.Si sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Farmakognosi.

Ketua Dewan Profesor, Prof. Helmi membacakan riwayat singkat masing-masing guru besar. Para guru besar yang dikukuhkan itu telah memiliki pengalaman panjang di Universitas Andalas sebagai dosen maupun menjalankan jabatan di lingkungan Fakultas Farmasi.

Dikatakan Profesor Helmi, para guru besar yang dikukuhkan itu telah menghasilkan karya berupa buku maupun menulis di jurnal nasional dan internasional bereputasi. Para guru besar itu rata-rata pernah meraih penghargaan.

Profesor Erizal Zaini lahir di Padang pada 1973. Sejak muda Erizal Zaini memiliki tekad untuk jadi  ilmuwan dan bekerja keras untuk pengembangan ilmu farmasi. Dalam pengukuhan itu, Erizal Zaini menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Rekayasa Kristal Bahan Aktif Farmasi untuk Meningkatkan Kelarutan dan Laju Disolusi.

Profesor Yufri Aldi lahir di Padang Kandis, Kabupaten Limapuluh Kota pada 1965. Bagi profesor yang satu ini, belum lengkap jadi dosen kalau belum menjadi profesor. Masuk ke farmasi, dia tak sama sekali belum kenal tentang farmasi itu. Dia tak berhenti mendalami tentang dunia farmasi sebagai upaya memberi manfaat pada masyarakat.

Yufri Aldi menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Pemanfaatan Tumbuhan Pegagan Embun Dalam Pencegahan Infeksi Virus Covid-19 Melalui Pendekatan Imunodulator. Dia menyampaikan tentang tumbuhan yang dapat mencegah infeksi corona. Tanaman itu dapat meningkatkan antibodi dan dapat mencegah virus. Penelitian terhadap tanaman itu dilakuka bertahun-tahun.

Profesor Elidahanum Husni lahir di Padang 1961. Dia merupakan sosok yang ingin memanfaatkan alam untuk pengobatan. Dia menjalankan prinsip alam takambang jadi guru dan memanfaatkan potensi alam untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.

Dia menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Kandungan Kimia Minyak Atsiri dari Jeruk Nipis, Sundai, Purut dan Kasturi Serta Aktivitas Antibakterinya. Dikatakan Elidahanum, jeruk telah menjadi kebutuhan masyarakat, baik untuk kebutuhan dapur maupun kesehatan.

Ketua Dewan Profesor, Helmi menyebutkan, penelitian tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Untuk itu, diperlukan peran Ketua Ikatan Alumni Unand untuk komersialisasi hasil penelitian tersebut.

Wakil Rektor Mansyurdin mengemukakan, hal yang disampaikan para guru besar merupakan sesuatu yang bermakna tinggi. "Apa yang disampaikan para guru besar merupakan ilmu pengetahuan wawasan kekinian," katanya.

Dikatakan wakil rektor, para profesor yang menampilkan orasi ilmiah telah memiliki karya dan hendaknya menjadi dorongan bagi dosen lain untuk mengusulkan diri menjadi guru besar. 

Dia berharap para guru besar terus berkarya untuk memajukan Univeritas Andalas dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Perguruan tinggi harus memberi bukti, orang terpelajar mampu memberikan sumbangsih pada masyarakat. "Masyarakat menanti penelitian yang akan bermanfaat bagi mereka untuk meningkatkan taraf kehidupan," katanya. (ZK)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama