![]() |
Bupati Buteng Dr H Azhari memimpin upacara peringatan hari jadi Kabupaten Buteng ke-12 di halaman kantor bupati |
BUTON TENGAH - Kepemimpinan Bupati Dr H Azhari dan Wakil Bupati Adam Basan msnakhodai Kabupaten Buton Tengah (Buteng) baru seumur jagung.
Namun dalam waktu singkat tersebut, keduanya mampu menghadirkan sejumlah program Presiden Prabowo di Kabupaten Buteng.
Untuk mendatangkan program presiden ini ke daerah tidaklah mudah. Disamping "jatah" yang terbatas, juga memerlukan kepiawaian "lobi" seorang pimpinan daerah.
![]() |
Upacara Hari Jadi ke-12 Kabupaten Buteng dihadiri Bupati Buteng H Samahuddin (Periode 2017-2022) dan Pj Bupati Buteng Muh. Yusup (Periode 2023) |
Azhari mampu melakukannya. Ia cerdas memaparkan kondisi dan peluang daerahnya. Visinya sangat bersinergi dengan program pusat.
Ditambah lagi jaringan dan rekanan yang banyak di pusat. Hasil dari rekam jejaknya sebagai seorang akademisi handal dan rektor termuda di masanya, yang mampu menegerikan sebuah universitas swasta terbelakang di pelosok negeri dengan cepat.
Maka tak heran, hanya dalam 16 bulan atau satu tahun empat bulan ia memimpin Buton Tengah, sejumlah program strategis Presiden Prabowo bernilai puluhan hingga ratusan miliar berhasil dibawah ke "kota santri dan pendidikan".
![]() |
| Peserta upacara HUT Kabupaten Buteng ke-12 |
Sebut saja, program Quick Win Presiden untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari tipe D ke tipe C Kabupaten Buteng senilai Rp 170 miliar
Selanjutnya, program Sekolah Rakyat (SR) 2025. Dari 100 SR yang dicanangkan, salah satunya masuk di Kabupaten Buteng sebagai rintisan di Indonesia.
Program ini khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam DTSEN. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Azhari juga mampu mewujudkan program Presiden yang menginginkan setiap kabupaten dan kota memiliki gudang pangan bekerja sama dengan Perum Bulog.
Dari kesiapan lahan dan kelengkapan lainnya, Kabupaten Buteng menjadi yang paling lengkap dari 40 usulan gudang pangan daerah di Indonesia.
Untuk mewujudkan visinya agar Buteng menjadi kota pendidikan, Azhari kembali berjuang mendapatkan program Presiden, yakni Sekolah Garuda.
Sekolah Garuda ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan memberikan kesempatan belajar setara bagi anak-anak berprestasi, termasuk di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Konsepnya berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA) berasrama dengan kurikulum sains dan teknologi yang dirancang untuk mengembangkan potensi akademik dan kepemimpinan siswa.
Dengan pendekatan ini, pemerintah menargetkan lahirnya generasi muda berkarakter kuat, adaptif, dan inovatif.
Tak hanya itu, Azhari juga berupaya menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari program presiden di bidang pendidikan lainnya.
Sekolah ini merupakan sekolah nasional yang menerapkan pembelajaran berkelanjutan dari SMP ke SMA dalam satu ekosistem yang dipimpin satu direktur.
Tahun 2026 ini, Kemendikdasmen menargetkan 36 sekolah, salah satunya Kabupaten Buteng. Dari jumlah itu, Buteng menjadi rintisan lagi di Indonesia.
Tak puas hanya tingkat SD sampai SMA, Azhari juga ingin "merambah" tingkat perguruan tinggi. Sehingga ia mengusulkan lagi Kabupaten Buteng memiliki kampus berbasis keilmuan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) yang dicanangkan Presiden.
Kampus STEM ini akan diberi nama Universitas Republik Indonesia (URI) yang menelorkan generasi emas Indonesia yang cerdas.
Saat ini, Kabupaten Buteng dengan Kampus B USN Kolaka di Mawasangka mulai merintis Fakultas Sains, Teknologi, dan Kemaritiman sebagai fakultas yang berdiri sendiri di Kabupaten Buteng.
Selain itu, Azhari juga memasukan program Trans Maritim bekerja sama dengan Trans Patriot, Universitas Gajah Mada (UGM) di Kementerian Transmigrasi RI.
Ia berharap, Kabupaten Buteng menjadi percontohan Trans Maritim di Indonesia. Bila ini berhasil, maka kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buteng sebagai daerah pesisir akan lebih baik lagi.
Menurut Azhari, Kabupaten Buteng yang memiliki hasil laut seperti Lobster, Ikan Teri, Udang Galah, dan Kepiting Rajungan bisa dikembangkan dan dibudidayakan.
Contoh, Lobster yang sudah mulai dibudidayakan masyarakat Buteng. Dari bibit atau belur yang dipelihara 10 sampai 12 bulan, maka per ekornya bisa dijual Rp 500 sampai Rp 700 ribu.
Jika dalam satu Karamba terdapat 500 sampai 700 ekor Lobster, maka dalam jangka waktu 10 sampai 12 bulan sudah bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah.
Bisa dibayangkan, bagamaina penghasilan nelayan dalam Satuan Pemukiman (SP) Trans Maritim dengan luas 40 hektar dan 700 warganya nanti.
Maka dalam satu tahun, satu SP Trans Maritim yang dikembabgkan sudah bisa mengekspor Lobster puluhan miliar.
Upaya Azhari untuk membentuk Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Buteng membuahkan hasil dari Kementerian Sosial RI.
Secepatnya, Pemkab Buteng melalui Dinas Sosial akan melatih sekitar 250 warga menjadi relawan sosial Taruna Siaga Bencana (Tagana), dilengkapi dengan gudang penyimpanan barang untuk siaga bencana yang akan diresmikan Kemensos RI.
Dalam hal kesiapan tenaga kerja, Pemkab Buteng juga telah menyiapkan warganya untuk dilatih Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengelola vila-vila wisata yang ada di Kabupten Buteng.
"Inilah sedikit Kado yang bisa kami berikan pada Hari Ulang Tahun Kabupaten Buton Tengah yang ke-12 ini," ungkap Azhari pada upacara hari jadi ke-12 Kabupaten Buteng di halaman Kantor Bupati, Kamis (23/7/2026).
Pada momen tersebut, Azhari bersama wakil bupati Adam Basan mengucapkan permohonan maaf, karena selama 16 bulan memimpin Kabupaten Buteng belum banyak mewujudkan harapan-harapan masyarakat.
"Itu adalah ketidakmampuan kami. Kami belum mampu mamperbaiki beberapa ruas jalan yang rusak," akunya.
Namun ditengah efisiensi anggaran seluruh daerah, pihaknya akan berupaya melakukan perbaikan di ruas jakan rusak pada APBD Perubahan tahun ini.
"Kita usahakan pengaspalan ruas jalan rusak di Kecamatan Sangia Wambulu dan Wasilomata dengan anggaran perubahan tahun ini," janji Azhari.
Pihaknya juga sudah mengupayakan pengaspalan jalan Sekolah Rakyat menuju Kelurahan Lmiliar dengan lebar 11 sampai 13 meter.
"Anggarannya sudah ada dari Kementetian PU sebanyak Rp 33 miliar," bebernya.
Pemkab Buteng juga bekarja sama dengan PT ASDP akan membuka rute penyeberangan Feri jalur Mawasangka-Kasipute, setelah sebelumnya membuka rute Mawasangka-Talaga-Dongkala.
Diakhir sambutannya, Azhari meminta kerja sama semua pihak dengan perannya masing-masing dalam memajukan Kabupaten Buteng hari ini dan kedepan.
"Kami juga meminta dukungan dan kritik yang membangun dari semua. Kritik yang menunjukan kelemahan, tanpa harus menjatuhkan secara berlebihan," timpalnya.
Apabila dalam perjalanan, kami melakukan tindakan-tindakan yang hanya mementingkan kepentingan sendiri, memprioritaskan keluarga, tanpa mempedulikan kesejahteraan umum, maka sudah saat masyarakat berdiri dan berteriak mengingatkan kami," tandasnya. (uzi)


