Dewi Anggraini Dorong Pembekalan Generasi Muda dan Pengawasan Kost

Dewi Anggraini, SE, MM selaku Anggota DPRD Kota Bukittinggi menanggapi keinginan masyarakat yang disampaikan dalam reses



Bukittinggi:  Anggota DPRD Kota Bukittinggi Dapil Guguak Panjang, Dewi Anggraini, S.E., M.M. dari PPP, menjadi sorotan dalam Reses Masa Sidang III Tahun 2025-2026 yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Guguak Panjang, Selasa 4/8/2026.

Sebagai salah seorang Srikandi parlemen Bukittinggi yang juga akademisi dan pebisnis, Dewi tidak hanya hadir sebagai wakil rakyat, tetapi juga membawa gagasan konkret menjawab kegelisahan orang tua dan masyarakat tentang masa depan generasi muda serta kondisi sosial di lingkungan tempat tinggal. 

Reses yang dibuka Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias diwakili Camat Guguak Panjang H. Heru Tri Astanawa ini dihadiri SKPD, lurah, RT, RW, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, dan ratusan warga.


Dalam forum itu, dua aspirasi utama mengemuka. Pertama terkait pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda, kedua soal pengawasan rumah kost yang dinilai warga perlu diperkuat. 

Menanggapi hal tersebut, Dewi Anggraini menegaskan keprihatinannya terhadap kondisi attitude generasi muda saat ini. 

“Kita sangat prihatin sekali terkait generasi muda pada saat ini. Attitude dan budaya anak-anak penerus bangsa seperti hilang, tergerus era kekinian,” ujarnya. 

Menurutnya, attitude mencakup cara berbicara, bertindak, dan merespons situasi. Jika tidak dibekali sejak dini, anak muda akan kesulitan menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.


Sebagai akademisi yang juga seorang dosen dan pebisnis yang membuka lapangan kerja, Dewi melihat langsung kesenjangan antara lulusan sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. 

Ia menilai kecerdasan akademik saja tidak cukup. Anak muda harus dibekali keterampilan praktis agar mampu mandiri dan berdikari. 

“Maka perlu adanya pembekalan agar mereka bisa bersaing, bisa mandiri, dan fokus kepada kebaikan bagi diri sendiri, bangsa dan negara,” tegasnya. 

Pengalaman pribadi Dewi dalam membekali anak muda menjadi bukti nyata. Ia telah berhasil menjawab keinginan orang tua yang anaknya tidak melanjutkan kuliah dengan memberikan pelatihan konten kreator dan digital marketing. Skill tersebut saat ini digandrungi anak muda dan terbukti membuka peluang usaha.


Optimisme itu ingin ia perluas hingga ke tingkat SMP. Dewi menilai usia SMP adalah masa pubertas dan pencarian jati diri, sehingga sangat krusial untuk intervensi pembinaan. 

“Di sinilah sangat penting pembekalan itu kita berikan. In syaa Allah kalau usulan di tahun 2027, pelaksanaannya lewat dana pokir 2028 melalui Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi,” jelasnya. 

Dengan begitu, anak usia SMP di Bukittinggi berpeluang mendapatkan pelatihan keterampilan digital sejak dini. Bagi Dewi, tantangan masa depan menuntut generasi yang tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang dan menciptakan peluang.


Selain pendidikan, Dewi juga merespons serius usulan warga tentang pengawasan rumah kost. Ia menyebut maraknya penyakit masyarakat tidak hanya menimpa anak muda, tetapi juga orang dewasa bahkan pendidik agama. 

“Kita sangat mendukung. Melalui kecamatan kita imbau, dan kalau perlu penganggaran kita siapkan dari dana pokir untuk pengawasan di kelurahan,” katanya. 

Ia menekankan pentingnya memberdayakan RT dan RW karena merekalah yang paling tahu kondisi lingkungan, terutama di kawasan pendidikan. Pengawasan terpadu satu pintu melalui kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat meminimalisir gangguan sosial di lingkungan kost.


Dalam pandangannya, pengawasan bukan hanya soal penertiban, tetapi juga upaya menjaga nilai-nilai keagamaan dan budaya. Sebagai legislator, pebisnis, dan pendidik, Dewi ingin memastikan kebijakan yang lahir dari aspirasi rakyat benar-benar menyentuh akar persoalan. 

Ia mendorong sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat agar program pengawasan berjalan efektif dan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.


Menutup keterangannya, Dewi juga menyinggung upaya Kerapatan Adat Nagari Kurai Limo Jorong yang tengah menyusun Peraturan Nagari. Ia menyatakan dukungan penuh dan mengajak seluruh pihak bersinergi membentuk Pernag tersebut. 

“Ninik mamak mengajak kita anggota dewan untuk bersinergi. Ini penting agar aturan adat dan pemerintah bisa berjalan beriringan,” pungkasnya.


Dengan dua fokus utama, pembekalan generasi muda berbasis keterampilan dan penguatan pengawasan lingkungan, Dewi Anggraini menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat Dapil Guguak Panjang. Ia ingin memastikan setiap aspirasi warga tidak berhenti di forum reses, tetapi ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat Bukittinggi.


Turut hadir dalam kegiatan reses tersebut anggota DPRD Kota Bukittinggi Dapil Guguak Panjang lainnya, yaitu Zulhamdi Nova Candra, IB. A.Md dari Partai NasDem, Ir. Hj. Rahmi Brisma dari PAN, Vina Kumala, SE.Ak., MM dari Partai Demokrat, Nur Hasra, B.Sc. dari PKS, Andre Kresna Saputra, S.Sos. dari PKB, dan Zulkhairahmi, S.Ak. dari Partai Gerindra. (LK/San)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama