Kembali ke Keluarga


Oleh: Lili Susanti
(Penyuluh KB Ahli Muda BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Barat)

Pandemi Novel Corona Virus (Covid-19) atau Corona telah menyebar ke seluruh dunia. Kesiapsiagaan menghadapi Pencegahan virus Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah. Berbagai kebijakan dalam memangkas penyebaran virus corona telah dilakukan.

Data terakhir memperlihatkan 579 penduduk Indonesia positif terkena virus Corona, 49 orang meninggal, 30 kasus sembuh dan 300 masih dalam perawatan, 2.756 spesimen diterima, 2.177 dinyatakan negatif (https://covid19.kemkes.go.id/, Selasa (24/3/2020).

Dalam kondisi seperti saat sekarang ini anjuran Presiden Joko Widodo untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dirumah adalah pilihan terbaik. Kembali ke Keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dan utama dalam masyarakat yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang Iayak, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, yang memiliki hubungan yang sama, selaras, seimbang antar anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.

Pencegahan virus Covid-19 dapat dilakukan melalui penerapan delapan fungsi keluarga. Kita mengajak seluruh Keluarga Indonesia untuk menjalankan aksi delapan fungsi keluarga (agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan) yakni :

Pertama, sebagai makhluk yang beriman agar tidak panik dalam menghadapi musibah, selanjutnya dengan kesalehannya bisa melaksanakan amalan untuk menjaga kesehatan, kebersihan dan saling membantu.

Kedua, sebagai makhluk sosial dan budaya, berinteraksi, dan beradaptasi dengan sesama, peduli dan cinta tanah air dengan bergotong-royong menjalankan arahan dan petunjuk Pemerintah.

Ketiga, sebagai wadah bersemainya kehidupan penuh cinta kasih lahir dan bathin, keluarga harus ber-empati, menolong dan ikut bertanggung jawab untuk tidak menjadi perantara virus dan penyakit.

Keempat, keluarga sebagai tempat perlindungan bagi seluruh keluarga harus membangun rasa aman dan nyaman serta terlindungi dari paparan virus penyakit. Sikap tanggap terhadap ancaman dengan mengurangi aktivitas di keramaian dan jaga jarak dari orang yang sedang batuk atau flu.

Kelima, keluarga sebagai kesinambungan generasi harus terjaga dari ancaman yang menurunkan kualitas kesahatan. Khusus kepada anak balita, ibu hamil dan lanjut usia agar menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas dengan mengurangi aktifitas di luar rumah.

Keenam, setiap keluarga agar membangun percaya diri, melalui interaksi keterdidikan, menyampaikan nilai, norma dan cara berkomunikasi yang sehat dan memastikan tiap anggota keluarga menjalankan etika dalam kehidupan sosial, termasuk etika batuk dengan menutup mulut atau menggunakan masker. Dan menjaga diri dengan selalu bersih, terutama tangan dengan cuci tangan menggunakan sabun.

Ketujuh tanamkan pola hidup yang hemat. Menjaga dan memelihara kesehatan adalah manusia yang tahu betapa mahalnya biaya berobat dan betapa susahnya kehilangan hari kerja dan hilangnya kebahagiaan.

Kedelapan, peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan serta bersama masyarakat sekitar membangun semangat gotong royong agar terhindar dari paparan penyakit dan virus.

Kita mengharapkan setiap keluarga melaksanakan aksi 8 (delapan) fungsi keluarga serta sesuai anjuran Presiden Joko Widodo untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah, diharapkan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 atau corona khususnya di dalam unit terkecil masyarakat yakni keluarga.

Mari kita jaga diri dan keluarga dengan mencegah penularan Covid-19.

Semoga. (*)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama