Korban Galodo Malalo, Tanah Datar Harus Tunggu SK Status Bencana


mjnews.id - Warga korban bencana galodo yang melanda Kampung Muara Ambius Jorong Guguak, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (5/4/2020) pagi diminta bersabar. Sebab, pemerintah baru bisa memberi bantuan dalam bentuk logistik dan hanya bersifat tanggap darurat.

Keluarga korban meninggal dunia dalam musibah itu, diminta pula untuk ikhlas melepas kepergian almarhum menemui Sang Pencipta.

Demikian ungkapan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma, saat melakukan kunjungan ke rumah duka korban galodo dan melakukan peninjauan dampak yang ditimbulkan oleh bencana itu.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Ibu dan anak dipanggil Allah pada waktu yang bersamaan. Kita harus ikhlas dan sabar menerima ketetapan-Nya. Semua sudah merupakan takdir dari Yang Maha Kuasa," ujar wabup didampingi Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Thamrin dan Kepala Dinas Sosial PPPA Tanah Datar, Yuhardi.

Zuldafri menyatakan, pemerintah daerah akan berupaya mendapatkan bantuan untuk memberdayakan kembali para korban yang kini diungsikan ke tempat aman, baik di rumah sanak famili terdekat maupun di sebuah gedung TPA yang ada di kampung yang terletak di pantai barat Danau Singkarak itu.

Melalui Dinas Sosial, bantuan logistik yang bersifat tanggap darurat sudah langsung dibagikan sesaat setelah bencana yang merenggut nyawa itu. Bantuan itu, dibagikan langsung Kepala Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos PPPA Tanah Datar Zainal Abidin Palimo Sati.

Paket bantuannya mencakup beras, mi instan, peralatan dapur, peralatan keluarga, terpal dan matras. Itu adalah bantuan awal. Kita akan upayakan bantuan berikutnya, baik melalui APBD Tanah Datar maupun bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, kata Zuldafri.

Dijelaskan, bantuan logistik akan terus diberikan dalam beberapa hari ke depan., bersamaan dengan usaha pembersihan material longsoran berupa lumpur, batu, dan kayu serta material bangunan yang rubuh. Untuk pembersihan bekas musibah itu dilakukan tim gabungan di bawah koordinasi BPBD.

Wabup Zuldafri juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Apalagi, katanya, Nagari Guguak Malalo dan Nagari Padanglaweh Malalo berada pada posisi rawan bencana galodo tersebut.

Wagub Nasrul juga berkesempatan melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana. Dengan didampingi Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erman Rahman, dia juga menyerahkan paket bantuan darurat, seraya mengingatkan warga agar bersabar menghadapi bencana, dan senantiasa waspada mengantisipasi kemungkinan bencana selanjutnya.

Bantuan yang diserahkan Nasrul adalah empat paket makanan cepat saji. Baru bantuan logistik yang bisa kami berikan saat ini. Untuk bantuan dalam bentuk uang belum dapat direalisasikan, karena sesuai mekanisme, kita membutuhkan Surat Keputusan (SK) Bupati Tanah Datar terkait dengan status tanggap darurat bencana, katanya.

Sebagaimana diberitakan kemarin, bencana galodo terjadi di Nagari Guguak Malalo pada Minggu (4/4/2020) sekitar pukul 05.20 WIB, menghancurkan dua unit rumah warga, rusak berat dua unit, dan terdampak dalam bentuk rusak ringan dua unit pula. Bencana itu merenggut nyawa ibu dan anak; Bainar (75) dan Ijun (45).

Selain menelan korban dua nyawa, bencana itu juga menyebabkan empat rumah warga rubuh dan rusak berat. Dua rumah yang hancur adalah milik Bainar dan Lasnimar (55). Penghuninya berhasil diungsikan ke tempat aman oleh para relawan.

Jalan provinsi yang menghubungkan Solok dengan Padang Panjang via Malalo juga sempat terputus. Namun delapan jam kemudian, sekira pukul 14.00 WIB, sudah bisa dilalui dengan pengaturan dari petugas kepolisian dan masyarakat setempat.

Selain korban meninggal dunia, musibah ini juga menyebabkan sejumlah warga diungsikan, yakni keluarga Asli/Caya dengan anggota keluarga Nurmiati (65), Emi Mayangsari (27), Deo Pratama (27), Eti Sari Marlina (40), Alex Saputra (18), Aqila Rama (6), Zahira (7,5), Muhammad M (10), dan Riskya (6 bulan).

Berikutnya keluarga Pono Raman (60), dengan anggota keluarga Lasnimar (56), Desi Putri (21), dan Mike Gustina (16). Terakhir, keluarga Linan (65) dengan anggota keluarga Marsal alias Enek (62) dan Bidin. (*/eds)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama