Kursi Roda untuk Najwa, Wakil Bupati Minta Maaf


Wakil bupati dan istri antarkan kursi roda untuk Najwa. (humas)


BATUSANGKAR-Najwa bisa berbahagia. Dia mendapat sebuah kursi roda yang diantarkan Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian. Najwa Rahmi (10 tahun), merupakan putri bungsu pasangan Syafruddin dan Husnawati. Najwa lumpuh akibat penyakit yang diderita sejak balita.

Keluarga Syafruddin tinggal di Jorong Kubu Di Ateh, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto. Kursi roda diantarkan Wakil Bupati Richi Aprian beserta istri Patty Richi Aprian, Selasa, (11/5/2021).

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga karena baru saat ini datang. Pak Bupati juga titip salam, belum bisa datang dan menugaskan kami mewakili beliau,” ujar Richi yang dikutip dari laman resmi pemerintah kabupaten.

Wakil bupati berharap keluarga bisa sabar merawat Najwa sebagai titipan Allah SWT. “Jalani ini dengan penuh kesabaran, semoga ada keberkahan dan tetap berusaha serta berdoa untuk kesembuhan ananda Najwa,” pesan Wabup.

Dia menambahkan, jangan jadikan beban tetapi ikhlas menerimanya. "Insya Allah ananda Najwa tabungan amal bagi keluarga,” tambah wakil bupati.

Richi berpesan kepada walinagari dan camat agar punya data keluarga yang kurang beruntung. “Pemerintah daerah akan berupaya membantu melalui dinas terkait atau pun Baznas, minimal bisa dibantu kebutuhan dasarnya,” kata dia.

Ketua Baznas Tanah Datar Yasmansyah menjelaskan, kursi roda merupakan bantuan Hj. Merry Warti, perantau yang juga owner Hotel Emersia Group. “Bantuan ini diamanahkan Ibuk Merry Warti kepada Baznas untuk diserahkan kepada Najwa," kata Yasmansyah.

Yasmansyah mengemukakan, petugas Baznas turun ke lapangan untuk survei ketika mendapat informasi salah seorang anak yang belum bisa berjalan akibat penyakit yang dideritanya.

Atas bantuan itu, Syafruddin menyampaikan terima kasih dan terharu. “Kami bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah serta donatur," katanya.

Ia menuturkan, anaknya lahir belum cukup bulan dan sang ibu sempat mengalami pendarahan. “Mulai sakitnya Najwa usia 1,5 tahun dan sempat kami bawa ke Batusangkar umur 2,5 tahun, namun terputus berobat karena saya juga terserang penyakit jantung. Setelah itu upaya kami, membawa Najwa berobat, banyak tempat terapi yang kami datang, tetapi belum membuahkan hasil yang menggembirakan,” terang Syafruddin yang berprofesi sebagai pekerja bangunan.

Dia menyebut Syafruddin, secara bergantian dengan istrinya menjaga karena Najwa hanya bisa terbaring di kasur.

“Hari ini istri saya ke ladang, kami bergantian merawat Najwa, ditambah bantuan anak laki-laki kami yang terpaksa tertunda bekerja di luar daerah. Najwa badan sudah besar, tidak kuat kami mengendongnya,” katanya. (*)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama