Uda Adi Didoakan Sukses di Master Chef Indonesia

 

Wakil bupati dan istri dialog dengan peserta Master Chef Indonesia di Pariangan. (humas)


BATUSANGKAR-Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, beserta istri Patty Aprian mengunjungi keluarga peserta Master Chef Indonesia season 8 (Suhaidi Jamaan) atau akrab disapa Pak Cik Adi yang berasal Guguak Tinggi, Jorong Guguak, Nagari Pariangan, Kecamatan Pariangan, Selasa (8/6/2021).

Adi yang berprofesi sebagai petani cabai ini telah berhasil melewati babak galeri I Master Chef Indonesia dengan beberapa tantangan yakni mystery box, one-core ingredient dan one-core ingredient pressure test sehingga berhak ke tahap galeri II di 17 besar yang dijadwalkan tayang 12 Juni 2021 di RCTI.

Kedatangan Richi sebagai bentuk motivasi dan dukungan Adi yang sedang berkompetisi di ajang Master Chef Indonesia. “Kunjungan kami (pemerintah daerah) ke keluarga Adi, untuk memberikan motivasi sekaligus dukungan. Pak Bupati dan ibuk juga titip salam dan selamat. Kepada keluarga uda Adi, kita berpesan untuk tetap semangat dan terus berdoa guna kesuksesan Uda Adi saat berjuang di Master Chef Indonesia,” ujar Wabup Richi.

Richi juga sampaikan perjuangan untuk sukses Uda Adi bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda lainnya. “Berasal jauh dari pusat kota namun berjuang untuk sukses di ibu kota membawa nama Tanah Datar di level nasional, bisa menjadi inspirasi bagi dan motivasi generasi muda Tanah Datar. Mari kita doakan Uda Adi mencapai hasil maksimal,” tutur wabup.

Richi mengaku bangga ketika pertama kali mendengar salah satu putra daerah Tanah Datar bisa berlaga Master Chef Indonesia dari Patty Aprian yang kebetulan alumni Master Chef Indonesia season 3 di 2013, “Dengan ikut sertanya uda Adi  di ajang yang bergengsi ini, tentu menjadi promosi luar biasa bagi Tanah Datar di level nasional, untuk itu kami (pemerintah daerah) sangat berterimakasih, banyak orang tahu Istano Basa Pagaruyung, tetapi ada yang tidak tahu kalau itu berada di Tanah Datar,” ujar Richi.

Wabup juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Sumatera Valounteer yang ikut berjuang dari awal membantu Adi ikut audisi Master Chef Indonesia. “Terima kasih kepada Yayasan Sumatera Valounteer yang begitu serius membantu Uda Adi dari awal sampai saat ini mengawal dan membantu Uda Adi dari sisi persiapan dan pengelolaan media sosial. Kita berharap ini terus dipertahankan dan bisa juga mendorong pemuda-pemuda lainnya untuk berkarya,” sampainya.

Richi berharap kepada pemerintah nagari dan kecamatan untuk terus memantau segala kebutuhan keluarga pria yang sempat menjadi kepala koki di Malaysia ini, jika ada kendala dapat disampaikan, karena sebagai tulang punggung, Adi harus meninggalkan profesinya sementara waktu, untuk menjalani sederetan shooting di Jakarta.

“Uda Adi sebagai kepala keluarga mempunyai tangung jawab kepada keluarganya, ikutnya di ajang Master Chef Indonesia tentu menghentikan aktivitas kesehariannya sementara waktu. Kita mohon pantauan dari pemerintah nagari dan kecamatan untuk keluarga Uda Adi, kita tidak ingin fokus Adi terganggu dengan hal seperti ini, ini salah satu support  dari pemerintah untuk keluarga uda Adi, apalagi Uda Adi ternyata sudah berada di Jakarta sejak tiga bulan silam untuk ikut kompetisi,” ujar Richi yang dikutip dari laman pemerintah kabupaten.

Sebagai alumni Master Chef Indonesia, Patty Aprian berpesan melalui pengalamanya ketika mengikuti ajang masak di level nasional ini. Dia mengatakan untuk terus meningkatkan skill memasaknya, dan dapat belajar dari berbagai sumber.

“Pada umumnya masakan di Master Chef Indonesia mengarah ke western, dengan konsep masakan tradisional yang ditawarkan Uda Adi, tentu menjadi daya tarik tersendiri, menurut saya itu ada karakternya, pertahankan. Tinggal bagaimana Uda Adi berinovasi, memanfaatkannya menjadi masakan yang sangat disukai semua juri,” ujar Patty Aprian.

Ketua Yayasan Sumatera Volunteer Muhammad Husen menyampaikan rasa salutnya kepada Uda Adi yang  mempunyai tekad kuat, ia optimis dengan tekatnya itu, Uda Adi yang kerap dipanggilnya “Pak Cik” ini, dapat bertahan di ajang Master Chef Indonesia sehingga mampu menjadi next Master Chef Indonesia seperti yang diharapkannya.

“Dari awal pendaftaran di Master Chef Indonesia, Pak Cik tampak bersemangat apalagi keluarga dan orang sekitarnya sangat mendukung niatnya itu, Pak Cik orangnya mempunyai tekad yang kuat, mudah-mudahan kisah Pak Cik ini, dapat memotivasi pemuda lainnya,” ujar nominator pemuda pelopor tingkat nasional 2019 ini.

Istri Adi, Neli Sofia mengucapkan terima kasihnya kepada pemerintah daerah yang ikut berpartisipasi mendukung ayah dari orang anak itu dalam berlaga Master Chef Indonesia saat ini. “Terima kasih perhatian pemerintah daerah, melalui kunjungan ini,  dapat memberikan semangat yang luar biasa bagi keluarga, maupun uda Adi sendiri, kami akan sampaikan ke Uda Adi nantinya di akhir pekan, karena komunikasi hanya diperkenankan panitia di Sabtu dan Minggu,” ujar Neli Sofia. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama