Aboe Hanifah Dikukuhkan Jadi Ketua KAN

 Bupati disambut dengan siriah dalam carano



SOLOK–Aboe Hanifah Kamal Mangkuto Sati dikukuhkan sebagai Ketua KAN Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Rabu (4/8)  di kantor wali nagari setempat.


Pengukuhan ini dihadiri Bupati Epyardi Asda, Sekretaris LKAAM H. Hadinursalam Dt Malintang Sati, Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir, anggota dewan Dapil IV, Plt. Camat Lembah Gumanti Zulbakti, Pj Wali Nagari Aia Dingin Wandi, SKPD, Forkopimca Lembah Gumanti, niniak mamak, bundo kanduang, cadiak pandai dan tokoh masyarakat. 

“Masyarakat Aia Dingin bahu-membahu melaksanakan pengukuhan Ketua KAN ini,” ujar Pj Wali Nagari Aia Dingin, Wandi. 

Pemilihan ketua KAN, jelasnya, sudah melalui tujuh kali proses seleksi sehingga terpilihlah Ketua KAN secara demokrasi, yaitu Aboe Hanifah Kamal Mangkuto Sati. 

Wandi mengatakan penduduk Nagari Aia Dingin berjumlah lebih kurang 13.000 jumlah KK 2.700. Sekarang ada ikon Sumbar di Nagari Aia Dingin yaitu koperasi Kopi Solok Radjo. “Sudah dua kali wakil gubernur dan kapolda hadir di koperasi Solok Radjo ini,” jelas Wandi. 

Aboe Hanifah Kamal Mangkuto Sati mengatakan, proses pemilihan Ketua KAN Nagari Aia Dingin, niniak mamak mengultimatum seluruh calon dengan mengeliminasi karena itu tinggal satu calon. 

“Saya mohon izin kepada niniak mamak untuk merestui pengukuhan saya sebagai ketua KAN Nagari Aia Dingin,” jelas Aboe Hanifah Kamal Mangkuto Sati.

Aboe Hanifah Kamal Mangkuto Sati mohon dukungan dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai bundo kanduang maupun masyarakat Nagari Aia Dingin dalam melaksanakan tugas sebagi Ketua KAN. 

Bupati Epyardi Asda menyamapaikan ucapan selamat kepada pengurus KAN terpilih semoga dapat menjalankan tugasnya dengan baik.  “Mari kita bersama-sama berjuang memberikan pengabdian yang terbaik untuk mambangkik batang tarandam menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat,” ajak Epyardi Asda.

"Saya ingin menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat," tambah Epyardi Asda, seraya menyebutkan, walaupun dihujat, difitnah, dikatakan sombong, angkuh dan sebagainya. Semua tidak akan mematahkan semangat untuk berbuat yang terbaik bagi  masyarakat Kabupaten Solok.

“Saya menjadi bupati hanya ingin mengabdi di kampung halaman, Makanya sesuai dengan motto saya maju untuk pengabdian serta maju untuk menjadi orang yang berguna bagi masyarakat,” jelas Epyardi Asda. 

Saat ini, jelasnya, Kabupaten Solok jauh tertinggal dari segala hal.  Karena itu, sebagai putra asli Kabupaten Solok, Epyardi Asda merasa terpangil untuk memperbaiki itu semua. "Saya ingin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Solok khususnya masyarakat Nagari Air dingin mari kita lupakan masalah pilkada dengan prinsip biduak lalu kiambang batawuik hidup kita bukan untuk masa lalu tetapi untuk masa depan yang lebih baik.  “Saya akan menyediakan anggaran untuk pembangunan balai-balai adat Nagari Aia Dingin Rp200 juta pada anggaran perubahan nanti,” ujar Epyardi Asda. (WTL)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama