DPRD dan Pemko Padang Sepakati KUA-PPAS APBD 2022

Ketua DPRD serahkan KUA-PPAS yang telah disepakati dengan Pemko Padang

PADANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang bersama Pemerintah Kota seepakati kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat paripurna dewan, Sabtu (7/8/2021).

Rapat paripurna dipimpinan Ketua Syafrial Kani didampingi wakil ketua. Rapat paripurna dilaksanakan setelah paripurna istimewa memperingati HUT Kota Padang ke-352.

Penyusunan KUA dan PPAS APBD anggaran 2022 ini telah mengalami proses yang diawali penyampaian secara resmi oleh Wali Kota Hendri Septa pada 5 Juli 2021 lalu.

Wali Kota Hendri Septa mengatakan, Pemerintah Kota Padang dan DPRD telah menyelesaikan suatu tugas penting dalam tahap proses penyusunan APBD tahun 2022 yaitu penetapan kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2022.



Anggota DPRD serahkan pandangan akhir fraksi pada pimpinan dewan

“Atas nama Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pimpinan dan anggota DPRD yang terhormat, yang telah bekerja keras dan secara maraton membahas KUA dan PPAS APBD 2022," kata Wako Hendri Septa dalam penyampaiannya pada rapat paripurna beragendakan penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap KUA-PPAS. 

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua Syafrial Kani itu diikuti unsur Forkopimda, pimpinan OPD di lingkup pemko dan stakeholder terkait lainnya baik secara langsung maupun virtual.

Hendri Septa menambahkan, sebagaimana diketahui, KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 tahun. Kebijakan umum memuat kondisi ekonomi makro daerah, asumsi-asumsi dasar dalam penyusunan RAPBD dan kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah dan strategi pencapaiannya.

"PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) sebelum disepakati dengan DPRD," katanya.

Dijelaskannya, pada 2022 pendapatan daerah direncanakan Rp2,595 triliun. Jika dibandingkan penerimaan tahun lalu Rp2,626 triliun, pendapatan ini mengalami penurunan Rp30,972 miliar atau turun 1,18 persen.


Ketua DPRD Syafrial Kani tandatangani KUA-PPAS APBD 2022 disaksikan Wali Kota Hendri Septa


"Rencana pendapatan ini bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp989,90 miliar, pendapatan transfer sebesar  Rp1,473 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp132,09 miliar," katanya.

Berdasarkan kebijakan dan ketentuan di atas, kata wali kota, tahun 2022 pada KUA-PPAS di tetapkan anggaran belanja Rp2,686 triliun. Jumlah anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja operasi sebesar Rp2,212 triliun, belanja modal sebesar Rp463,820 miliar, serta belanja tidak terduga sebesar Rp10,929 miliar.

"Belanja daerah yang dialokasikan, penggunaannya diarahkan untuk mendukung beberapa kegiatan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan aktual yang dihadapi. Alokasi anggaran tersebut didistribusikan ke dalam urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan pada masing-masing SKPD," katanya.

Hendri Septa pun menyebut KUA-PPAS merupakan pagu yang masih akan dibahas lagi antara Pemko Padang dan DPRD Kota Padang dalam penyusunan APBD 2022.


Wali Kota Hendri Septa tandatangani KUA-PPAS APBD 2022 disaksikan Ketua DPRD Syafrial Kani 


"Untuk itu dalam mempercepat prosesnya kami berharap dukungan dan kerja sama dari anggota dewan, sehingga APBD Kota Padang TA 2022 dapat dapat ditetapkan dalam waktu yang tidak begitu lama dan tepat waktu, sebagaimana diatur dalam Permendagri No.64 Tahun 2020," katanya.

Usai mendengarkan penyampaian pendapat akhir disertai persetujuan dari sebanyak enam fraksi di DPRD, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan Perda No 12 tahun 2021 tentang Persetujuan Ranperda KUA-PPAS TA 2022 menjadi Perda KUA-PPAS TA 2022. (ADVERTORIAL)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama