Guru Padang Panjang Diundang Mengajar ke Belanda

Endar Madesa. (kominfo)


PADANG PANJANG-Prestasi kembali diukir guru SMPN 5 Padang Panjang, Endar Madesa. Kali ini, dia terpilih sebagai salah satu pengajar Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Penempatannya di Den Haag, Belanda. Terpilih di 2021, berangkat di 2022 untuk mengajar pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), tiga tahun lamanya.

Ini bukan pengalaman pertama bagi Endar pergi ke luar. Pria yang sudah mengajar sejak 2009 itu, pernah ke Perth, Australia pada 2010 dalam rangka  belajar  pedagogi (ilmu mengajar). Pada 2017, dia mendapatkan beasiswa ke Tiongkok mempelajari bahasa dan budaya China.  

Program mengajar di sekolah luar negeri ini, tidak hanya penempatan di Den Haag. Ada di Kairo, Jeddah, Tokyo, Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Kinabalu, dan sebagainya. Untuk peluang guru IPA sendiri, ditugaskan di Johor Bahru, Malaysia dan Den Haag, Belanda. 

Endar lebih memilih Den Haag, karena menurutnya, selagi diberi kesempatan untuk ke benua Eropa, nantinya lebih banyak pengalaman, belajar bahasa asing  dan memiliki relasi yang lebih luas, karena di Eropa banyak kota-kota kecil yang bisa dikunjungi.

Proses kelulusan Endar di program SILN ini, bukanlah perjuangan yang mudah. Dia melalui berbagai tes. Di antaranya seleksi berkas, ada seleksi lanjutan, tes psikologi, wawancara, micro teaching dan ada lagi wawancara terakhir. 

“Prosesnya memakan waktu lumayan lama. Mulai dari April, dan diumumkan di Agustus. Tes ini dilakukan secara online. Sebelum pandemic, tes ini normalnya dilakukan di hotel, Jakarta selama kurang lebih lima hari,” katanya ke Kominfo, Kamis (19/8/2021).

Dikatakannya, peserta yang mendaftar, ribuan. Namun yang lolos untuk administrasi, ada sekitaran 200-an orang. Kemudian diseleksi kembali menjadi 120 orang. Yang lulus saat ini adalah 78 orang. 

Mereka akan mengajar untuk semua tingkatan, SD, SMP, SMA. Dan dari mata pelajaran yang berbeda, di antaranya matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan sebagainya. Endar akan mengajar jurusan IPA di SIDH (Sekolah Indonesia Den Haag). “SIDH merupakan sekolah Indonesia satu-satunya di Eropa yang kurikulumnya sama dengan Indonesia,” ungkapnya.

Endar diperkirakan berangkat di Januari 2022. Kini ia harus mempersiapkan diri untuk keberangkatannya itu. Mulai dari persiapan berkas-berkas, passport, izin dari wali kota, serta untuk kebutuhan diri sendiri. Dalam kontraknya, dia ditugaskan di situ selama tiga tahun. 

Hal yang memotivasi Endar untuk tetap berprestasi setelah mengajar selama 12 tahun ini, ia ingin mengabdi  lebih baik, memiliki pengaruh dan manfaat lebih luas, serta memberikan pelayanan kepada anak-di anak luar negeri. 

“Motivasi lainnya, dapat tinggal di Eropa secara gratis,” selorohnya. Endar berharap apa yang diraihnya dapat memotivasi pada pelajar dan guru-guru lainnya. 

Tidak hanya Endar saja merasakan kebahagiaan, Kepala SMPN 5, Ermita juga turut gembira dan berbahagia. “Saya mengucapkan rasa syukur dan selalu men-support guru-guru yang berprestasi maupun siswa dan siswi,” ucapnya. (*)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama