Hipmi Diajak Kelola Potensi Hilirisasi Sektor Pertanian


 Wagub foto bersama dengan peserta diklat Hipmi Sumbar


PADANG-Wakil Gubernur Audy Joinaldy menawari anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumbar menggarap potensi hilirisasi sektor pertanian yang belum banyak dilirik pengusaha di daerah itu.

"Sektor pertanian adalah penopang perekonomian disamping UMKM. Namun belum banyak yang melirik industri hilirisasi dari sektor ini. HIPMI bisa menjadi motor penggerak agar pertanian semakin maju, petani juga semakin sejahtera," katanya saat membuka Diklatda Hipmi di Padng, Senin (25/10/2021).

Audy mengatakan hasil pertanian Sumbar selama ini dibawa keluar dalam bentuk mentah. Harganya cenderung fluktuatif tergantung pasar atau penetapan dari pedagang.

Jika industri hilirisasi tumbuh, maka hasil pertanian bisa langsung diserap dengan harga wajar sehingga petani juga diuntungkan. Dengan demikian perekonomian akan bergerak semakin kencang.

Selain sektor tersebut, pemprov juga berupaya untuk memperkuat UMKM yang terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional saat krisis moneter 1998. Saat ini, kendala yang dihadapi sebagian besar UMKM adalah persoalan penjualan. Solusinya adalah digitalisasi.

"Salah satu berkah Covid-19 adalah percepatan digitalisasi di Indonesia. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk membantu UMKM untuk menciptakan pasar," katanya.

Wagub meminta agar Hipmi berperan dalam mensukseskan program 100 ribu enterpreneur yang tengah diusung pemprov. Sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha muda, Hipmi bisa menjadi mentor bagi generasi muda untuk menciptakan usaha-usaha baru. "Ini adalah waktunya kita untuk bekerjasama membangun perekonomian daerah," katanya.

Ketua Umum BPD Hipmi Sumbar, Brian Putra Bastara mengatakan pihaknya siap untuk membantu pemprov untuk menciptakan 100 ribu enterpreneur guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Hipmi berupaya untuk memperkuat kemampuan pengusaha muda serta meluaskan wawasan disamping terus mendorong perluasan networking. Salah satunya melalui diklat mulai dari diklatcab, diklatda hingga diklatnas," ujarnya. (rls)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama