Kapolda Ucapkan Terima Kasih pada Masyarakat Riau


 Kapolda pamit pada anggota DPRD Riau


PEKANBARU-Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menyampaikan pidato terakhirnya di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)  jelang pindah tugas sebagai Asisten Operasi (Asops) Kapolri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan telegram mutasi sejumlah jabatan yang ditandatangani AS SDM Irjen Wahyu Widada atas nama kapolri. Dalam telegram tersebut jabatan Kapolda Riau akan dipegang Irjen Muhammad Iqbal yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat.

Agung Setya Imam Effendi bertugas di Riau selama dua tahun tiga bulan sebagai kapolda. Dia menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Riau.

"Dua tahun tiga bulan bertugas di Riau, rasanya membuat saya menjadi bagian yang tidak terpisah dari kehidupan masyarakat Riau. Yang mana bisa melihat masyarakat dengan budaya Melayunya yang luar biasa," kata Agung.

Ia mengaku sudah mempelajari budaya Melayu dalam kuliah di kajian ilmu kepolisian pada 2001 sampai 2003 yang mana pembimbing tesisnya merupakan peneliti dari suku Sakai. 

"Di sini yang mana dalam komunikasi saya dengan pembimbing tesis saya, selalu menggambarkan bagaimana nilai-nilai dan budaya suku Sakai kita yang luar biasa di tengah budaya Melayu," katanya saat berpidato dalam sidang paripurna DPRD, Senin (20/12/2021).

Agung mengatakan ketika telegram keluar dan namanya menjadi salah satu Kapolda di Indonesia yang dimutasi, ada yang suka dan ada yang tidak suka.  “Tapi ini adalah realita, hidup harus berjalan dan tugas harus diselesaikan. Saya mohon doanya untuk bisa menyelesaikan tugas di Mabes Polri yang mana Riau menjadi bagian tidak terpisahkan dari Indonesia," jelas Agung.

Dia menyampaikan terima kasih atas kerjasama selama ini dengan seluruh fraksi dan anggota DPRD Riau, adalah harmoni yang luar biasa. "Dari tempat ini kegiatan dan aktivitas legislatif berjalan sebagaimana harapan masyarakat. Tapi saya mengingatkan bahwa tujuan besar kita belum tercapai. Kita jangan terjebak dengan kesuksesan-kesuksesan kecil," harap Agung Setya Imam Effendi. (ES)





Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama