Bersama JNE, Pelaku UKM Padang Menolak Terhalang Pandemi



Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto 


PADANG-Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) menolak terhalang pandemi. Bersama JNE, pelaku UKM di Padang tetap melaju di tengah mewabahnya Covid-19.


Pelaku UKM di Padang tak menyerah dengan hadangan pandemi. Ouwner Siti Nurbaya Food yang telah merintis usaha kuliner aneka rendang sejak 2007 merasakan manfaat dari kemajuan teknologi digital. Ida mulai memasuki ranah online untuk memasarkan usahanya sejak sebelum pandemi melalui kanal twitter.  

Sebagai pengusaha kuliner, dia menyatakan pentingnya mempertahankan rasa daripada kuliner yang dipasarkan didukung dengan packaging yang eye-catching. Selain pentingnya kualitas rasa, Ida menegaskan pentingnya melakukan promosi digital dengan gencar.

“Kita menambah budget untuk promosi, biasanya kita pakai yang gratis, sekarang kita tingkatkan sekian persen dan kita gunakan untuk iklan. Kita pakai iklan berbayar dan kemudian masuk ke semua marketplace. Ada tokopedia, bukalapak, shopee juga. Ada juga Instagram dan facebook ads semua kita masuki, kita bikin konten konten menarik yang membuat orang akhirnya mau membeli," ungkap Ida. 

Bukan hanya Ida yang berbisnis secara digital, owner Maharrani Official, Elsa Maharrani yang menjalani bisnis online di bidang busana muslim membuktikan  pandemi tak menjadi penghalang kesuksesan usaha.

“Ketika pandemi naik, penjualan kita pun naik karena penjualan kita online, dari yang dulu penjualan 700 pieces di awal pandemi, di 2021 kita bisa berjualan 3000 pieces per bulan. Bahkan penjahitnya bertambah terus. Sistem kami memang 90 persen digital. Jadi katalog produk kami foto se-estetik mungkin dengan photo model, lalu kita share kepada agen dan reseller kita, kita juga pajang di marketplace, WA, dan Instagram. Hanya 10% yang kita jual secara offline.” 

Elsa menyatakan pentingnya melihat kebutuhan pasar dalam rangka mencapai target penjualan.  “Awalnya target market Maharrani adalah baju-baju pesta yang ada glitternya, kalau di Minang namanya baju baralek. Pandemi datang, keluar rumah aja tidak boleh. Kalau begini, siapa yang mau memakai baju baralek. Otomatis peminat turun. Di sinilah kita banting stir menuju baju muslimah. Ibu-ibu bekerja mau WFH atau WFO akan tetap pakai baju baru, pasti ganti juga tiap bulannya. Kami atur strategi dan ubah target market," kata Elsa. 

Merebaknya Covid-19 mengubah tatanan kehidupan di semua aspek. Pandemi menciptakan perubahan pola konsumsi masyarakat yang akhirnya menuntut para pelaku usaha lebih jeli dalam menangkap peluang saat masa krisis. 

Sejak pandemi mewabah, pelaku UKM Padang yang bersiap mengubah strategi ke kanal penjualan online agar dapat terus produktif. Sebagai mitra UKM Padang, JNE menggelar webinar JNE Ngajak Online 2021. Acara yang bertepatan dengan hari ulang tahun Padang ke-352 ini diadakan secara virtual guna memberdayakan UKM di masa pandemi. 

Webinar tersebut dibuka Wali Kota Padang, Hendri Septa. Wali kota menegaskan pentingnya adaptasi digital yang perlu dilakukan para pelaku UKM di Padang untuk membangun perekonomian daerah. Di Padang, ada 34.000 pelaku UKM yang mau tak mau harus mampu beradaptasi seiring majunya teknologi.

"Dulu berdagang cukup dengan cara yang konvensional. Sekarang pemasaran sudah memasuki fase baru, dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Hendri, Senin (9/8/2021).

Hendri menegaskan, pentingnya personalisasi konten sebagai salah satu aspek suksesnya pemasaran digital. “Tentu dengan kekuatan gabungan dari internet dan teknologi, pemasaran digital saat ini dapat mengumpulkan dan menganalisis data dari perilaku pelanggan yang berbeda, atau keterlibatan pengguna yang memungkinkan mereka untuk memfasilitasi konten dan iklan yang lebih dipersonalisasi untuk keterlibatan dan hasil yang lebih baik,”  ujar Wali Kota Hendri.

Head Regional JNE Bagian Sumatera, Edwina Yudianti  berharap UMKM bisa tetap bertahan dan berkembang sebagai pilar ekonomi bangsa. JNE Padang siap mendukung UMKM secara konsisten dengan memberikan beragam layanan seperti COD, layanan fulfillment, layanan pick-up, dan disediakannya ruang diskusi kolaborasi bagi para UKM di kantor JNE Padang sebagai wujud pemberdayaan masyarakat.




Bangkitkan UMKM Padang

Guna membangkitkan UMKM di Padang, JNE berikan pelatihan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Sebanyak 20 pelaku usaha terpilih mengikuti pelatihan bertajuk UMKMinangkabau yang digelar JNE bekerja sama dengan SHJD Creative dan didukung Pemerintahan Kota Padang pada 25–29 Oktober  di  HHUB Co-Working Space, Laranja Garden, Basko Grand Mall. 

JNE mengajak UMKM mengembangkan usahanya agar dapat bersaing di dunia digital baik dalam skala lokal maupun nasional. Pelatihan UMKMinangkabau dibuka Wali Kota Hendri Septa. Dia berterimakasih  dan memberikan apresiasi kepada JNE atas terselenggaranya kegiatan ini. 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memajukan UMKM. Saya berharap UMKM menjadi salah satu sektor yang dapat memajukan Padang. Kita ketahui bersama, kota ini merupakan salah satu pusat perdagangan dan pariwisata di Indonesia, ini merupakan peluang yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan perekonomian," katanya.

Hadir melalui virtual zoom Presiden Direktur JNE, M Feriadi Soeprapto. Dia mengatakan, sejak kehadirannya, JNE terus berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Hal ini tidak hanya dilakukan JNE Pusat, melainkan di cabang seluruh Indonesia. 

Sebagai bentuk dukungan kepada UMKM, JNE selalu berusaha hadir dan dekat dengan UMKM. JNE memberikan berbagai pelatihan, termasuk pelatihan bertajuk UMKMinangkabau ini agar produk UMKM Padang tidak hanya dikonsumsi masyarakat lokal, melainkan nasional di seluruh Indonesia. 

Kepala Cabang JNE Padang, Yusran  mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan JNE untuk UMKM. Di era digital seperti sekarang, semua pihak dituntut terus update dengan perkembangan khususnya dunia digital. 

"Banyak sekali chanel  seperti sosial media yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan promosi atau pemasaran produk. Kita ingin UKMM Padang mampu mengikuti perkembangan dunia digital yang ada sehingga mampu pula bersaing di pasar skala nasional atau bahkan nantinya internasional,” ujarnya. 




JNE kerjasama dengan Smesco Indonesia dan YukBisnis 

Sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ekosistem untuk transformasi UKM masa depan, JNE berkolaborasi dengan Smesco Indonesia dan YukBisnis menghadirkan Smesco fulfillment center (logistik UKM).

Kerjasama strategis ini merupakan layanan logistik  Smesco untuk para pelaku usaha kecil dan menengah dengan tarif terjangkau. JNE akan berperan sebagai perusahaan logistik dalam mengirmkan barang UKM dan YukBisnis menjadi operator Smesco Fullflllment Center yang berlokasi di Gedung SME Tower, Smesco Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. 

Fasilitas Smesco fulfillment center yang berlokasi di Lantai 11 Gedung Smesco Indonesia ini memiliki luas 1.250 meter persegi. Pada ruangan ini telah tersedia 400 unit lemari dan 2.000 level rak yang mampu menyimpan 136.800 item barang milik UKM serta didukung system warehouse manajemen, ruangan berpendingin, operator bersertifikasi, dan call centre yang terintegrasi. 

Dengan fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan peluang dan memberikan kemudahan kepada para UKM dalam melakukan proses jual–beli secara online, sehingga para pelaku usaha dapat fokus kepada proses produksi dan pengembangan atau inovasi produk, serta penjualannya. Hal itu karena pengelolaan warehousing ditangani oleh Smesco fulfillment center yang dilakukan secara profesional dan terintegrasi langsung dengan layanan pengiriman, sehingga update data jumlah stok barang, serta status pengiriman tiap paket tersedia secara berkala. 

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, mengatakan, para pelaku industri kreatif kerap disibukan dengan proses warehousing, pengaturan stock barang, packaging, sampai dengan pengiriman paket ke tiap buyer. Hal itu berpotensi menurunkan konsentrasi terhadap upaya peningkatan penjualan, pengembangan atau inovasi produk dari segi kuantitas mau pun kualitas, dan yang lainnya. 

“Agar dapat mengatasi tiap tantangan dan meraih tiap peluang di era digital, maka sinergi dan kolaborasi bersama dengan mitra strategis harus terus dilakukan. Kehadiran Smesco fulfillment center diharapkan dapat mendorong kemajuan bisnis pelaku usaha sehingga tidak perlu lagi menangani aktivitas logistik yang memerlukan effort besar di dalam proses bisnis,” katanya.

Founder YukBisnis,  Jaya Setiabudi menyampaikan, pihaknya melihat potensi dan kebutuhan distribusi usaha digital UKM di Indonesia sangat tinggi. Para pelaku industri kreatif harus konsentrasi terhadap pengembangan inovasi dan penjualan. Oleh karena itu YukBisnis hadir dengan menyediakan layanan one stop solutions untuk mengoptimalisasi proses UKM agar berkembang dalam menciptakan suatu brand.

“Kami percaya brand Indonesia dapat menjadi punggawa di negeri sendiri, dan dengan adanya Smesco Fulfillment Center yang difasilitasi JNE dan Smesco Indonesia, kami bisa menggabungkan brand – brand lokal terbaik di seluruh Indonesia menjadi satu kesatuan serta turut memajukan UKM di Indonesia,” katanya.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Smesco, Leonard Theosabrata, mengatakan Smesco terus berupaya memberdayakan UKM dengan sejumlah layanan. Salah satunya adalah Smesco Fullfilment Center, layanan pengirimah barang atau logistik bagi UKM dengan tarif terjangkau. 

Layanan pengiriman barang ini bisa menjangkau seluruh wilayah Jawa dan beroperasi penuh awal 2022. Layanan yang dihadirkan ini sangat penting, sehingga menjadi pelengkap bagi Smesco sebagai pusat layanan UKM.

Feriadi menambahkan, dengan kerjasama strategis ini berbagai fasilitas dalam Smesco Fulfillment Center, seperti, warehousing, order fulfillment, technology development, shipping management dan delivery, menjadi solusi lengkap untuk para UKM lokal.  JNE akan terus mewujudkan semangat connecting happiness, mengantarkan kebahagiaan dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat hingga ke pelosok negeri. 

“Harapan kami kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam memberikan kontribusi dan bergotong-royong bersama pemerintah untuk memajukan perekonomian nasional,” katanya. (edwardi)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama