Rumah Baca Marenda Dorong Peningkatan Minat Baca di Dharmasraya


Warga antusias ikuti bincang literasi di Marenda Cafe

DHARMASRAYA-Memperingati hari jadi Dharmasraya ke-18, Rumah Baca Marenda galakkan kesadaran dan pembangunan literasi di kabupaten berjuluk Ranah Cati Nan Tigo ini.

Kegiatan tersebut mengusung tema sinergitas dalam membangun literasi di Ranah Cati Nan Tigo. Rumah Baca yang didirikan akademisi Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), Amar Salahuddin ini menghelat bincang literasi di Marenda Cafe, Rabu (6/1/2022)

Tak tanggung-tanggung, rumah baca yang mengusung konsep progresif ini mengundang para narasumber yang kompeten dan profesional di bidangnya masing-masing. 

Narasumber pertama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Irsyad. Dia menyebutkan, problematika mengakar yang didera Dharmasaraya adalah rendahnya minat baca. "Ini terbukti dengan minimnya persentase kunjungan yang ada di perpustakaan daerah. Kedepan, kita akan melakukan transformasi apik guna mengatasi permasalahan ini," katanya.

Amar Salahuddin menguraikan dengan komprehensif dan padu terkait pentingnya kemampuan literasi dalam membangun peradaban. Inti dari paparan doktor muda ini, bagaimana semua kalangan harus berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bersama ini. 

"Sedari dini, kita harus memupuk, merawat dan mambangun tradisi literasi. Oleh karena itu, Rumah Baca Marenda hadir dengan terobosan kekinian guna merealisasikan itu semua. Ini wujud kepedulian dan kontribusi konkret kita terhadap daerah dan generasi muda Dharmasraya," ucapnya.

Narasumber lainnya, Lasdi yang juga Ketua PGRI Dharmasraya didampingi Sekretaris Hasfianora menuturkan pendidikan dan pembelajaran akan berkembang seiring dengan perubahan zaman. 

Di abad ke-21 ini, pembelajaran tidak hanya berpusat pada kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup sejumlah keterampilan personal dan sosial. "Termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif," ujarnya.

Nara sumber lainnya, bendahara DPD KNPI Dharmasraya sekaligus pendiri Rumah Baca Peduli Bangsa, Age Kurniawan. Dengan penuh semangat, tokoh muda ini menyampaikan, giat literasi membutuhkan pergerakan dari semua pihak. 

"Kehadiran rumah baca untuk memotivasi generasi dalam menumbuhkan kesadaran membaca. Setidaknya, setelah pulang dari rumah baca ini, mereka punya semangat hidup, semangat belajar dan berkarya," tutupnya. (eko)

 



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama