Kalau Investasi Dipersulit, Laporkan Saja ke Wali Kota Payakumbuh


 



PAYAKUMBUH-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Payakumbuh meraih kategori pelayanan prima atau predikat A dalam hasil evaluasi dan penghargaan pelayanan publik di ruang lingkup kementerian, lembaga dan pemerintah daerah tahun yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).


Penghargaan itu diumumkan Menteri PAN-RB Cahyo Kumolo dalam pengumuman hasil evaluasi kinerja penyelenggara pelayanan publik 2021 yang digelar via daring, Selasa (8/3/2022).

Wali Kota Riza Falepi menyampaikan, penghargaan untuk kategori pelayanan prima bagi Payakumbuh adalah suatu bentuk apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat, untuk meraihnya tak mudah, banyak yang dibenahi oleh Riza untuk mewujudkannya.

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas hasil dari pekerjaan yang baik karena hanya 44 DPMPTSP yang berhasil meraih predikat A, sementara itu pada evaluasi tahun sebelumnya kita hanya bisa meraih predikat A- (A minus)," kata Riza Falepi didampingi Sekda Rida Ananda.

Menurut dia, dalam memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat, tak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana yang representatif saja, namun sumber daya manusianya juga harus handal dan kompetitif.

"Makanya kita menghadirkan mal pelayanan publik di lantai satu balai kota, apa saja urusannya cepat asalkan syarat-syaratnya lengkap, tidak menunggu lama," kata Riza.

Wali Kota Riza Falepi menegaskan dan meminta kepada masyarakat untuk tidak berurusan melalui calo dan sejenisnya terkait perizinan, karena sebenarnya layanan yang diberikan pemko sangat mudah dan tidak bertele-tele. 

"Kalau ada kesulitan bisa menghubungi kepala dinas atau bahkan ke saya selaku wali kota langsung juga boleh, terutama terkait perizinan dan investasi. Semoga dengan perizinan dan pelayanan yang mudah akan menjadikan Payakumbuh sebagai salah satu daerah tujuan investasi," kata Riza.

Kepala DPMPTSP Harmayunis menyampaikan ada enam indikator yang dinilai oleh KemenPAN-RB seperti kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi.

"Pada penilaian palayanan publik tahun sebelumnya, ada beberapa indikator penilaian yang kita masih belum bisa penuhi. Setelahnya kita lakukan penyempurnaan pada 2021 kita bisa memenuhi semua indikator penilaian tersebut," kata pria yang akrab disapa Inyiak itu.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pelayanan publik adalah wajah kongkrit kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat. Negara disebutkan hadir jika mampu menghadirkan pelayanan publik yang prima, cepat, profesional dan berkeadilan.

"Mewujudkan pelayanan publik yang prima memerlukan ikhtiar yang berkelanjutan, transformasi sistem, tata kelola, perubahan midset, dan budaya kerja birokrasi dari senang dilayani menjadi budaya melayani," katanya. (AA)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama