Putra Kuansing Dikukuhkan Jadi Guru Besar di Fakultas Teknik Universitas Riau

 Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Doni Aprialdi atas nama Bupati Kuansing ucapkan selamat pada Prof Padil.


PEKANBARU-Salah seorang putra terbaik Kabupaten Kuantan Singingi, Prof. Dr. Padil, S.,T., M.T dikukuhkan jadi guru besar di Fakultas Teknik, Universitas Riau, Kamis (6/7/2023). 


Profesor Padil menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Kontribusi Rekayasa Bioproses Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Orasi tersebut disampaikan dalam sidang senat terbuka di Pekanbaru.

Padil ketika dihubungi, Jumat (7/7/2023) menyebutkan, dia telah melewati perjalanan panjang untuk sampai menyandang gelar profesor di Fakultas Teknik Universitas Riau. "Perjuangan yang melelahkan dan berkeringat," katanya.

Dia menambahkan, ilmu dan penelitian yang ia lakukan akan didedikasikan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Dalam orasi ilmiah, Padil menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14/2005 pada Pasal 1 Butir 3 tentang Guru dan Dosen menyatakan, profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. 

Guna mencapai jabatan fungsional tertinggi ini tidak terlepas dari perjuangan yang menguras energi, pemikiran serta waktu yang relatif lama. Proses pengajuan berkas profesor seringkali harus dilalui dengan liku-liku, seperti berkas yang diajukan harus bolak-balik dari institusi ke kementerian dan dari kementerian kembali ke institusi. Bahkan sampai terjadi juga proses banding layaknya di pengadilan.

Dikatakan, ada beberapa dosen yang melewati proses menuju profesor dengan mudah, lancar tanpa hambatan yang berarti dan dalam waktu yang cukup singkat. Sebagai contoh seorang dosen dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta hanya memerlukan waktu 1,5 bulan mulai dari upload dokumen sampai dengan keluar SK, bahkan ada pengalaman dosen yang tertolak pengajuan berkasnya hanya karena format surat yang dibuat tidak sesuai dengan format dari Kementerian, tetapi pada waktu yang bersamaan ada dosen yang lolos tanpa diperhatikan format.

"Ini bukan untuk cemburu-cemburuan, tapi yang ingin disampaikan adalah itulah realita," katanya.

Riset Bioproses dan Apikasi Keilmuan

Penelitian yang telah, sedang dan yang akan dilakukan lebih banyak berkaitan dengan isolasi, karakterisasi dan pemanfaatan mikroalga lahan gambut Riau untuk pengembangan mikroalgae Microbial Fuel Cell (mMFC). 

Pada proses mMFC menggunakan air gambut sebagai media tumbuh mikroalga, dimana mikroalga berperan memanfaatkan ketersediaan kandungan senyawa organik sebagai sumber karbon tanpa menghilangkan keberadaan gambut dari lokasi semula. 

Setelah mampu memanfaatkan nutrisi dari dalam air gambut, diharapkan mikroalga akan mampu mengakumulasi biomassa kaya karbohidrat, protein dan lemak nabati serta menghasilkan gas oksigen dari proses fotosintesis, sehingga kandungan oksigen terlarut dalam air menjadi meningkat dan akan menguntungkan bagi kelangsungan hidup biota disekitarnya. Inilah yang disebut sebagai biorefinery gambut.

Microalgae-Microbial Fuell Cell (mMFC) adalah alat yang dapat mengubah komponen organik menjadi energi listrik dengan menggunakan mikroorganisme sebagai biokatalis. mMFC mengutilisasi mikroorganisme potensial penghasil energi listrik dari energi surya melalui reaksi metabolism mikroorganisme fotosintesis bersama dengan bakteri. 

Mikroalga dapat digunakan dalam ruang katoda sebagai penyuplai oksigen dan sebagai substrat pada anoda untuk multiplikasi dari bakteri. mMFC umumnya merupakan sistem dengan dual-chamber, yang terdiri dari sebuah ruang anoda dan sebuah ruang katoda yang dipisahkan oleh sebuah proton exchange membrane. 

Untuk design mMFC dapat dilakukan dengan dua design yaitu Single-chamber microalgae- microbial fuel cell dan Dual-chamber microalgae-microbial fuel cell.

Hasil penelitian mMFC yang telah dilakukan menggunakan limbah cair POME sebagai media bakteri di anoda dan air gambut yang digunakan sebagai media tumbuh mikroalga di katoda, menggunakan membran N 117 diperoleh voltage terbesarnya 0,34 V, current density 523 mA/m², power density 177 mW/m² , electro conductivity 7598 mS (mili Siemens per centi meter/cm, total dissolved solids 3799 ppm dengan konsentrasi biomassa 3,87 g/L. Dari penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa pengolahan limbah, pembentukan biomassa dan menghasilkan bioelectricity secara sumultan dapat dilakukan dengan penelitian mMFC. Permasalahan yang ada saat ini adalah belum optimalnya bioelectricity yang dihasilkan, hal ini akan menjadi tantangan dan peluang yang akan dilakukan dimassa yang akan datang.

Selain melakukan penelitian yang berkaitan dengan mikroalga lahan gambut Riau untuk proses mMFC, kami juga melakukan penelitian-penelitian yang berkaitan langsung dengan potensi dan problem yang ada pada masyarakat, sehingga hasil-hasil riset dan pengembangan keilmuan dari perguruan tinggi akan langsung bermanfaat dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. 

"Pada 2006, kami melakukan riset pembuatan biogas dari kotoran sapi, dari hasil riset diperoleh kualitas gas yang cukup bagus yaitu warna api yang biru dan tidak menimbulkan bau. Komponen utama dalam biogas yang menjadi sumber energi adalah metana," katanya.

Sedangkan, gas lain yang merupakan pengotor adalah (H2O, CO2, SO2, dan H2S) menyebabkan performa biogas kurang optimal diantaranya adalah adanya bau seperti telur busuk yang disebabkan adanya kandungan H2S, artinya kandungan H2S biogas dari hasil riset yang dilakukan sangat kecil bahkan mungkin tidak ada lagi. Pada Tahun 2013 hasil riset ini diterapkan di dua lokasi yaitu Desa Bantalan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Parit, Kecamatan Karimun, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau melalui program Mitra Pertamina Penggerak Pembangunan Desa (MP3D). Hasil yang diperoleh sangat bagus dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Di samping penggunaan kotoran sapi untuk biogas, sebagian kotoran sapi juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan kompos dengan proses fermentasi menggunakan EM4, dan hasil yang diperoleh sangat bagus sebagai pupuk kompos, dimana kandungan N,P, dan K sesuai SNI pupuk kompos. Selain menggunakan kotoran sapi (feses) sebagai bahan baku biogas dan kompos, kami juga melakukan fermentasi bertahap untuk urin sapi menjadi biopestisid.

Penerapan rekayasa bioproses pada bidang energi baru terbarukan dan pertanian terpadu, pengembangan rekayasa bioproses telah diterapkan juga pada bidang perikanan yaitu penggunaan probiotik pada budidaya perikanan.

Penggunaan probiotik pada bidang perikanan telah dilaksanakan di Desa Batu Bersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Penggunaaan probiotik dapat meningkatkan Feed Corvertion Ratio (FCR) pakan dari 2,4 menjadi 1,7. Feed Convertion Ratio (FCR) adalah rasio konversi pakan menjadi daging, semakin kecil rasionya semakin baik, dari pengakuan owner ikan salai, jumlah daging ikan lebih baik saat dijadikan ikan salai serta aroma air kolam tidak terlalu berbau pada saat menggunakan probiotik, hal ini menandakan bahwa bakteri probiotik berperan dalam mengurangi penguraian bahan organik menjadi amonia. Dari penerapan rekayasa bioproses dan pengembangan keilmuan dalam program pengabdian kepada masyarakat

UNDP (1992) mengeluarkan ukuran kesejahteraan yang umum dipakai di seluruh dunia hingga saat ini, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam IPM, indikator yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan, selain pendapatan perkapita, adalah tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan yang merepresentasikan kemampuan atau kapabilitas seseorang.

Dari kegiatan- kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim terlihat, IPM sebelum adanya kegiatan dan 3 tahun kegiatan berjalan, terjadi peningkatan status pembangunan manusia, diantaranya di Desa Batu Bersurat pada 2014 IPM nya adalah 49,99 dengan status pembangunan manusia rendah sedangkan Tahun 2017 adalah 75,57 dengan status pembangunan manusia menengah atas. Adapun di Desa Bantalan Indragiri Hilir juga terjadi peningkatan IPM dari 49,33 menjadi 79,59 pada tahun 2017. Dari data IPM ini terbukti bahwa penerapan teknologi bioproses merupakan bagian yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penerapan teknologi bioproses pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ditinjau dari adanya peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peningkatan nilai IPM sebagai status pembangunan manusia seharusnya bukan merupakan akhir dari kemanfaatan diri bagi banyak orang, tetapi merupakan awal, bagaimana kemanfaatan sisa-sisa ajal ini dapat bermanfaat bagi banyak orang. (Ridho Magribi)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama