Secangkir Kopi Merawat Bumi, Warga Nagari Batang Barus Kembangkan Kopi Arabica

Petani merawat tanaman kopinya hasil binaan Aqua Solok.


SOLOK–Warga Dusun V Aia Badak, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, berhasil mengembangkan kopi jenis Arabica berkualitas tinggi dan berbasis konservasi.


Di lahan seluas 1,26 hektare Kelompok Tani Kayu Aro telah menanam 1.350 pohon kopi Arabica, 215 pohon jeruk manis, 63 pohon alpukat dan lima pohon petai.

Areal pertanian yang dijalankan dengan sistem tumpang sari itu juga dilengkapi dengan 130 unit rorak dan empat sumur resapan yang membantu mengoptimalkan peresapan air kembali ke dalam tanah.

Itulah lahan pengabdian untuk masyarakat sekitar yang dijalankan pabrik Aqua  Solok bersama mitra pelaksana Human Initiative.

“Berbagai upaya telah dilakukan pabrik AQUA Solok untuk menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan yang mendorong terciptanya bisnis yang berkelanjutan, termasuk melakukan perlindungan sumber daya air. Salah satunya adalah melalui pengembangan kopi Kayu Aro berbasis konservasi," kata Kepala Pabrik Aqua Solok, Endro Wibowo beberapa waktu lalu.

“Pabrik Aqua Solok bersama mitra Human Initiative memberikan pendampingan pada kelompok pengolahan kopi Kayu Aro Solok dalam peningkatan kapasitas melalui pemberian bibit pohon kopi, pelatihan budi daya berkelanjutan, penanganan panen, dan pengolahan pascapanen,” tambah Endro.

Pabrik Aqua  Solok juga memberikan bantuan berupa greenhouse Rumah Produksi Kopi Kayu Aro yang selesai dibangun pada September 2023.

Diharapkan dengan intervensi teknologi pascapanen ini dapat membantu kelompok tani dalam menghasilkan biji kopi dengan kualitas prima dan penambahan nilai ekonomi.

Tentu saja dukungan dan kerja sama seperti ini akan terus berkembang dan memberi manfaat untuk masyarakat luas melalui kolaborasi multipihak. Kita akan mampu melestarikan sumber daya air yang berlimpah di Sumatera Barat pada umumnya dan secara khusus di Kabupaten Solok.

Ketua Kelompok Pengolahan Kopi Kagu Aro Dory Novembra mengatakan, sebelum ada rumah produksi ini para petani di sini mengolah kopi secara tradisional. "Kemudian Aqua bersama Human Initiative mengajak kami mengikuti pelatihan tentang bagaimana mengolah kopi dengan baik," katanya. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama