Mudik ke Sumbar, Tol Bangkinang-Koto Kampar Difungsionalkan

 Pintu tol Bangkinang-Koto Kampar. (hutama karya)


PEKANBARU-Menjelang mudik Lebaran 2024, PT Hutama Karya berencana untuk memfungsionalkan dua ruas Jalan Trans Sumatera (JTTS), salah satunya ditandai dengan rampungnya proyek jalan tol Bangkinang – Pangkalan Tahap I (Bangkinang-Koto Kampar). Ruas itu nantinya bisa dilalui pemudik ke Sumbar.

Proyek tol tersebut dilakukan provisional hand over (PHO), terhadap pekerjaan lanjutan yang menjadi lingkup anak usaha Hutama Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat, 21-23 Maret lalu di Kantor Proyek, Kabupaten Kampar. 

Kegiatan PHO tersebut diawali dengan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan Llapangan oleh tim panitia/pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP) Hutama Karya, yang kemudian ditutup dengan rapat pleno pelaksanaan pemeriksaan PPHP. Turut hadir dalam kegiatan ini Executive Vice President (EVP) Divisi Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) Hutama Karya selaku Ketua Tim PPHP, Andung Damar Sasongko dan sejumlah tim pemeriksa terkait.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan dalam upaya mempercepat pengoperasian tol yang lebih baik, dengan pemeriksaan yang dilaksanakan sesuai ketentuan kontrak yang berlaku.

“Alhamdulillah selama dua hari tersebut sudah dilakukan pemeriksaan yang meliputi pengecekan kelengkapan administrasi, hingga kondisi fisik pekerjaan. Targetnya jalan tol ini dapat kita fungsionalkan pada lebaran untuk mendukung mobilitas pemudik khususnya di Provinsi Riau,” ujar Tjahjo, Selasa (26/3/2024) yang dikutip dari riau.go.id.

 Tjahjo menjelaskan, tol Bangkinang-Pangkalan Tahap I (Bangkinang-Koto Kampar) akan segera diajukan pelaksanaan permohonan uji laik fungsi (ULF), untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh regulator atau Kementerian PUPR, dengan harapan dapat menerima sertifikat laik operasi (SLO) pada pertengahan 2024.

Dalam proses pembangunannya, Hutama Karya menggunakan sejumlah teknologi konstruksi di antaranya seperti Jembatan Unibridge, untuk efisiensi struktur pada kontur yang ekstrim, serta struktur yang ringan dengan bentang yang panjang dapat mengefisiensi desain pada struktur pondasi dan kolomnya.  (*) 


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama