Siapkan Pahlawan Iklim Masa Depan, Tim KKN Universitas Andalas dan Praktisi BMKG Edukasi Siswa SMAN 1 Basa Ampek Balai




PESISIR SELATAN-Generasi muda punya peran penting dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin terasa dampaknya. 

Data BPS 2024 menyebutkan, 31,02 persen penduduk Indonesia berada dalam usia 15–29 tahun. Jumlah besar ini jadi modal kuat untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik, terutama dalam isu lingkungan. 

Berangkat dari hal itu, dosen dan mahasiswa KKN UNAND menggagas sebuah program edukatif perihal climate smart agriculture (CSA)- konsep pertanian cerdas iklim yang mengajarkan cara-cara adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sekaligus mencegah krisis pangan dan stunting. 

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema PKM-TKM (Program Kemitraan Masyarakat Terintegrasi dengan Kegiatan Mahasiswa) dan didukung penuh oleh Universitas Andalas.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa KKN, praktisi dari BMKG, serta perangkat nagari dan kecamatan. Lokasi pelaksanaan kegiatan adalah SMAN 1 Basa Ampek Balai, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, yang dipilih sebagai sekolah mitra dalam membentuk generasi muda yang lebih peduli dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim.

Kegiatan inti menghadirkan tiga pemateri dari latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi. 

Rizky Armei Saputra dari BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Barat memberikan pemaparan terkait kondisi iklim terkini dan strategi adaptasi yang relevan. 

Dua dosen Universitas Andalas turut memperkuat materi: Rachmad Hersi Martinsyah ang membahas konsep dan praktik pertanian ramah lingkungan.

Kemudian, Yeffi Masnarivan yang mengangkat isu keterkaitan perubahan iklim dengan kesehatan, terutama pencegahan stunting. Melalui kolaborasi materi ini, siswa mendapatkan wawasan yang komprehensif mengenai dampak perubahan iklim dan langkah konkret yang bisa dilakukan mulai dari lingkungan sekitar.

Dosen pembimbing lapangan sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Nugraha Ramadhan menyampaikan, tantangan lingkungan saat ini tidak bisa ditunda dan harus dihadapi secara kolektif. 

Ia mendorong siswa untuk tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi terus melanjutkannya dalam bentuk aksi nyata di tengah masyarakat. 

“Pengelolaan limbah di sekitar kita masih belum optimal. Maka, peran generasi muda sangat penting untuk menginisiasi perubahan, bahkan dari hal-hal kecil. Saatnya kalian menjadi estafet peradaban baru, generasi yang peduli terhadap iklim dan masa depan pangan bangsa,” ujarnya.  (Muhammad Fajri, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama