Siaga Banjir, BPBD Pasaman Turun Langsung Pantau Lokasi Rawan di Mapun

 


PASAMAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman bergerak cepat melakukan antisipasi bencana banjir menyusul tingginya curah hujan di wilayah Nagari Sundata Utara, Jorong Mapun, pada Sabtu, 27 September 2025. Tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi sungai dan potensi dampak yang ditimbulkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tim BPBD Pasaman melakukan pengecekan debit air sungai pada pukul 19.00 WIB. Hasilnya, air yang sebelumnya meningkat mulai menunjukkan tanda-tanda surut, meski situasi masih dinilai rawan.

Dalam laporan awal yang disampaikan oleh tim BPBD Pasaman, beberapa dampak telah terdata sementara, di antaranya bendungan Koto Panjang mengalami jebol, serta sejumlah lahan sawah milik warga turut terdampak meski luasannya belum dapat dipastikan.

Selain itu, satu unit rumah milik Henra dan Ermida di Jorong Mapun dilaporkan hanyut dibawa arus banjir. Rumah berjenis papan tersebut sedang tidak berpenghuni ketika air besar datang. Sejumlah barang ikut terbawa arus, termasuk peralatan rumah tangga, pakaian, tempat tidur, padi sebanyak lima karung, serta sekitar 20 ekor ayam dan burung.

BPBD Pasaman mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai. Orang tua diminta memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah mengingat kemungkinan terjadinya hujan susulan.

“Jadi tetap waspada di dalam rumah. Jika memungkinkan terjadi banjir cukup besar, maka segera siaga untuk dievakuasi dengan cepat,” demikian imbauan tim BPBD Pasaman kepada warga.

BPBD Pasaman akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat jika diperlukan. Masyarakat diminta tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama