Dilema Tambang Ilegal di Kuansing, Dibiarkan Lingkungan Rusak, Dihentikan Ekonomi Hancur-hancuran

 Pedagang keliling di Kuansing


KUANSING-Selalu ada dua sisi di tiap persoalan. Tambang emas ilegal di Kabupaten Kuansing memiliki dua mata pisau yang efeknya sama-sama dahsyat.

Jika dibiarkan lingkungan rusak, hutan hancur, air keruh dan sebagainya. Dilarang, sejumlah warga kehilangan mata pencarian, asap di dapur mereka tak mengepul dan dampak sosial ekonomi lainnya.

"Payah sekarang sejak tambang emas ilegal dilarang," kata Maimunah, seorang ibu rumah tangga yang suaminya mantan pekerja tambang emas ilegal.

Aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) memang salah satu sektor pendongkrak perekonomian masyakarat kalangan Bawah. Ketika tambang masih berjalan, setiap hari pasar tiba, selalu ramai oleh ibu-ibu yang 50 persen suaminya pekerja dompeng.

"Kini tak ado piti untuk pasar," ujar Nurlela, ibu rumah tangga lainnya, Selasa (25/11/2025).

Pedagang kena imbas akibat lemahnya daya beli. "Sekarang jualan lagi sepi," kata Elvin, seorang pedagang ayam di Teluk Kuantan.

Hal serupa dikatakan pedagang sayur keliling, Irma. "Dompeng tidak jalan. Jualan saya sangat sepi," kata dia.

Tidak semua warga di Kuansing yang mempunyai kebun sawit dan karet. (ridho)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama