![]() |
| KNTI Sergai dan Pemdes Bagan Kuala Gerak Cepat Bantu Nelayan Pangkalan Brandan yang Terdampar di Perairan Dusun 3 |
SERGAI-Empat nelayan asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, terdampar di perairan Dusun 3 Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 06.00.
Perahu kayu yang mereka tumpangi rusak setelah dihantam gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.
Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Sergai, Zulham Hasibuan, mengatakan pihaknya menerima laporan dari pengurus Basis KNTI di Desa Bagan Kuala, Elyas dan Sa’ari Pitok, mengenai adanya satu perahu nelayan yang terdampar dengan empat awak di dalamnya.
“Mendapat laporan itu, saya langsung menginstruksikan anggota basis KNTI Desa Bagan Kuala di lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada para nelayan,” kata Zulham kepada wartawan.
Anggota KNTI bersama pemerintah desa kemudian mengevakuasi para nelayan, dan membongkar mesin perahu untuk mencegah kerusakan lebih parah. “Ini bentuk kesiapsiagaan kami. Sesama nelayan, kami memiliki ikatan kuat. Saat ada yang membutuhkan bantuan, kami bergerak,” ujar Zulham.
Zulham menambahkan, cuaca ekstrem dan perubahan iklim beberapa bulan terakhir membuat gelombang tinggi sering terjadi, menghambat aktivitas melaut. “Berdasarkan survei tahun 2025, nilai tukar nelayan terhadap kebutuhan pokok makin tidak seimbang. Ditambah kondisi cuaca yang tak menentu, sudah sepekan banyak nelayan tidak dapat melaut,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk membantu nelayan menghadapi cuaca ekstrem dan kondisi laut yang sulit diprediksi.
Kepala Desa Bagan Kuala, Sapril, membenarkan adanya perahu nelayan dari Pangkalan Brandan yang terdampar di wilayahnya. Ia menjelaskan, menurut keterangan nakhoda perahu, Abdul Wahid, mereka telah terombang-ambing di perairan Selat Malaka sejak Sabtu (22/11/2025) karena kerusakan mesin.
“Perahu mereka kemudian dihantam gelombang dan terseret arus hingga ke bibir pantai, menyebabkan badan perahu pecah. Alhamdulillah, seluruh awak selamat,” kata Sapril.
Pihak pemerintah desa lalu menghubungi Pos TNI AL Bedagai serta berkoordinasi dengan TNI AL Belawan untuk penanganan lebih lanjut. Setelah kondisi dinyatakan aman, keempat nelayan akhirnya dijemput keluarga mereka yang datang dari Pangkalan Brandan.(ML.hrp)
