Silungkang Oso Satu-satunya Desa di Sumbar Lolos Abdidaya Ormawa 2025, Kepala Desa Ferdinal: Ini Kekuatan Besar untuk Masa Depan Desa



SAWAHLUNTO-Desa Silungkang Oso, Kota Sawahlunto, kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Ristek melalui Surat Nomor 4735/B2/DT.01.01/2025 tertanggal 13 November 2025, Silungkang Oso dinyatakan lolos sebagai Mitra Pendukung Abdidaya Ormawa 2025 dan menjadi satu-satunya desa dari Provinsi Sumatera Barat yang masuk kategori tersebut.

Prestasi ini menempatkan Silungkang Oso sejajar dengan desa-desa terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia dalam mendukung program pengabdian masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.


Gandeng UNP, Program Silungkang Oso Masuk Daftar Nasional

Dalam dokumen resmi Abdidaya Ormawa 2025, Universitas Negeri Padang (UNP) membawa subproposal berjudul:

“Pemberdayaan Masyarakat Silungkang Oso melalui Transformasi Digital, Inovasi Produk berbasis Ekonomi Kreatif dan Budaya untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan.”

Program ini menempatkan Desa Silungkang Oso sebagai mitra pendukung resmi, sekaligus memastikan desa tersebut berperan aktif dalam transformasi berbasis teknologi dan kreativitas masyarakat.

Dengan capaian ini, Silungkang Oso menjadi satu-satunya desa perwakilan Sumatera Barat yang tampil dalam kategori Kelompok Mitra Keberlanjutan Abdidaya Ormawa 2025.


Kepala Desa Ferdinal: Tantangan dan Harapan Besar untuk Ekonomi Berkelanjutan

Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan desa.

“Dengan terpilihnya Desa Silungkang Oso maju ke Abdidaya Ormawa 2025, kami melihat peluang besar untuk menumbuhkembangkan program-program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Ini merupakan kekuatan besar, bukan hanya bagi Desa Silungkang Oso, tetapi juga bagi desa-desa lainnya dalam mendorong percepatan digitalisasi desa melalui sistem pembaruan pelayanan dan penggalian potensi masing-masing desa ke depannya,” ujar Ferdinal.


Ia melanjutkan: “Hal ini menjadi sebuah tantangan sekaligus harapan bagi kita semua dalam mewujudkan peningkatan perekonomian berkelanjutan yang memberikan dampak nyata kepada masyarakat.”

Dampak Strategis bagi Sawahlunto

Prestasi ini juga membawa dampak positif bagi Kota Sawahlunto secara luas, terutama dalam:

Mendorong digitalisasi desa dan peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi.

Memperkuat ekonomi kreatif dan produk turunan khas Silungkang.

Meningkatkan daya saing desa wisata berbasis budaya dan inovasi lokal.

Mendorong kolaborasi mahasiswa, ormawa, pemerintah desa, dan masyarakat.


Melalui Abdidaya Ormawa, Silungkang Oso berpotensi menjadi model pengembangan desa wisata digital di Sumatera Barat. Abdidaya Ormawa 2025 Digelar di Malang

Menurut surat resmi Kemendikbud Ristek, Abdidaya Ormawa 2025 akan diselenggarakan pada 4–7 Desember 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini menjadi ajang apresiasi bagi program-program ormawa terbaik seluruh Indonesia.

Silungkang Oso menjadi salah satu desa yang paling dinantikan kiprahnya di ajang tersebut.

Dengan pencapaian sebagai satu-satunya desa dari Sumatera Barat yang lolos Abdidaya Ormawa 2025, Desa Silungkang Oso membuktikan bahwa transformasi digital, kolaborasi, dan inovasi masyarakat desa mampu membuka peluang besar bagi pembangunan berkelanjutan.

Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan Sawahlunto dan inspirasi bagi desa-desa lain di Sumatera Barat. (IZ)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama