Bukittinggi: Ketua Majelis Hafalan 1 Juz Tilawah dan Hafalan 10 Juz pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat H. Rahmad Batubara, SHI, MH disela pelaksanaan cabang lomba tahfidz 1 juz tilawah dan tahfidz 10 juz kepada wartawan mengatakan pelaksanaan MTQ yang berlokasi di Kota Bukittinggi berjalan lancar dan sukses, Senin (15/12/2025).
Hakim Nasional ini akui pada pelaksanaan MTQ Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi diterapkannya terobosan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dimana diberlakukan Elektronik Maqro MTQ sebagai rujukan sistem aplikasi digital. Penggunaan Elektronik Maqro MTQ untuk mengelola, mengacak dan menampilkan maqra atau paket bacaan/soal secara transparan serta akurat. Elektronik maqro (e-Maqro) dapat menghindari kebocoran soal, meningkatkan keadilan dan efisiensi penyelenggaraan MTQ modern. Aplikasi ini membantu penjurian otomatis dan verifikasi data agar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) lebih berkualitas dan kredibel, berbeda ketika maqra dilakukan secara manual.
Dikatakan, pihaknya tidak melihat adanya keraguan, kebingungan, atau kagetnya masing-masing peserta dengan penerapan elektronik maqro ini.
“sepantasnya kita memberikan apresiasi dan terima kasih kepada LPTQ Nasional atas inovasi pemberlakuannya elektronik maqro. Kami melihat tidak ada peserta yang kaget dan bermasalah ketika diterapkannya maqro secara elektronik tersebut,”ucapnya
LPTQ Nasional telah menerapkan elektronik Maqro ini sehingga di masing-masing LPTQ di daerah melakukan hal yang sama.
“alhamdulillah LPTQ pusat atau nasional sudah menerapkan E-Maqro ini maka LPTQ provinsi dan kabupaten/kota juga menerapkannya,”katanya
H. Rahmad Batubara menyebutkan biasanya peserta hafalan 1 juz tilawah lebih banyak dari pada kepesertaan hafalan 10 juz, hal tersebut dikarenakan perbedaan materinya. Tentu, peserta lebih mudah menghafal untuk 1 juz tilawah.
“biasanya peserta hafalan 1 juz tilawah lebih banyak dari 10 juz, karena materi hafalan 1 juz tilawah lebih sedikit. Adik-adik peserta lebih mudah untuk menghafalnya,”sebutnya
Ia memberikan apresiasi pelaksanaan MTQ Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi bahwa dewan hakim nasional dihadirkan, setidaknya terdapat 13 atau 14 nama hakim nasional tersebut.
“karena hakim-hakim nasional telah dibekali pengetahuan, keilmuan, wawasan dan pengalaman yang tentunya sudah kaliber nasional,”terangnya
Hakim Nasional asal Asahan, Provinsi Sumatera Utara ini optimis kedepan terus terlahir pada qori dan qoriah, hafidz dan hafidzah terbaik dari Kota Bukittinggi dan Sumatera Barat dengan kepiawaian sesuai cabang dan golongan yang diperlombakan pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Apalagi, tahapan untuk mempersiapkan wakil ranah minang ke MTQ Nasional. (LK)
