Pemko Bukittinggi Berhasil Fasilitasi Kafilah MTQ Sumbar



Bukittinggi: Muhammad Nasir, SIQ, STHI merupakan pendamping dan pelatih kafilah MTQ Kota Pariaman apresiasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat  yang berlokasi di Kota Bukittinggi, Rabu (17/12/2025).

Kepada wartawan pihaknya mengatakan kafilah MTQ Kota Pariaman hampir 90 persen tergabung di seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan, sehingga kontingen dari ini berjumlah 110 orang terdiri dari peserta, pelatih, tim kerja, pengamanan, tenaga kesehatan dan official lainnya, sedangkan khusus untuk peserta lomba berjumlah  64 orang.

Ia ingin Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  tetap dilaksanakan oleh pemerintah, teruntuk masyarakat  seharusnya selalu mendukung dan menyemarakan agenda ini, agar MTQ terus dirindukan oleh publik  sehingga bukan semata menjadi agenda  daerah, regional hingga nasional.

Keberadaan venue yang tersebar di tengah  masyarakat semestinya semarak dengan ikut dihadiri jamaah yang bukan peserta atau official, agar MTQ menjadi bagian penting untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang al quran, mempertebal keimanan dan ketaqwaan dan syiar Islam.

“kami selaku masyarakat berkeinginan agar pemerintah tetap melaksanakan MTQ ini. Kita terus mendukung dan menyemarakan MTQ, jangan MTQ hanya menjadi agenda nasional, bagaimana pemerintah daerah bisa menghadirkan banyak masyarakat di seluruh venue, masyarakat harus rindu hadirnya MTQ,”ucapnya

Muhammad Nasir memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang tidak dapat dilepaskan dari al quran, dikarenakan sejak kecil hingga beberapa tahun belakangan dirinya tercatat dan terbukti menjadi peserta saat digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

“dari naluri saya sebagai mantan peserta, dikarenakan sejak kecil sudah ikut lomba MTQ, saya melihat pelaksanaan MTQ Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi berjalan cukup bagus dan berkualitas. Mungkin, karena di Sumatera Barat terdapat daerah yang terdampak bencana alam, suasana duka ikut terasa.  Dari fasilitas dan standar yang ada memang cocok dikatakan berlevel nasional,”sebutnya

Ia tidak menampik dalam setiap perlombaan terdapat masalah yang timbul,  hal tersebut menandakan tidak adanya kesempurnaan. Namun, seiring waktu perbaikan dan evaluasi untuk lebih baik diupayakan oleh pemerintah  bersama panitia pelaksana MTQ.

“secara umum, Kota Bukittinggi sukses melaksanakan acara MTQ Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat,”tegasnya

Muhammad Nasir juga ingin pada pelaksanaan MTQ hasil perolehan nilai peserta dipajang di masing-masing venue, sehingga tidak hanya dipublikasi di media sosial.

Disebutkan, pihaknya mengaku cabang Qiraat Murattal ini cukup menantang bagi peserta lomba. Qiraat Murratal adalah bentuk bacaan al quran oleh imam-imam di zaman Nabi Muhammad SAW, dimasa pertama kalinya Al Quran disyiarkan. Macam-macam bacaan al quran inilah yang dikembangkan dan dipopulerkan  kembali.

“kalau yang kita tahu, orang dan masyarakat awam  bahwa al quran yang kita baca hari ini itu adalah riwayat hafs, itulah yang mayoritas dipakai di seluruh dunia. Tapi, jangan salah selain hafs maka banyak lagi imam  yang memiliki metode bacaan yang harus kita pelajari.  Tapi, bukan harus ya. Minimal kita tahu, itu yang dinamakan qiraat. Qiraat Murattal adalah cabang lomba baca Al-Qur'an yang membawakan bacaan dengan tempo lambat (tartil), jelas, terukur, harmonis, dan mengikuti kaidah tajwid serta riwayat qiraat tertentu (seperti Imam Nafi', Imam Ibnu Katsir, dll.) secara ilmiah, mengutamakan ketelitian dan penghayatan makna, berbeda dengan Mujawwad yang lebih menonjolkan seni tilawah bernada. Ini adalah salah satu jenis bacaan dalam konteks Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) untuk menguji pemahaman dan ketepatan penerapan ilmu qiraat. 7 Qiraat (Qiraat Sab'ah) adalah tujuh bacaan Al-Qur'an utama yang diriwayatkan dari tujuh imam qari terkemuka: Nafi', Ibnu Katsir, Abu 'Amr, Ibnu 'Amir, 'Ashim, Hamzah, dan Al-Kisa'i, yang dibedakan berdasarkan metodologi dan jalur sanadnya, dimana riwayat Hafs dari Imam 'Ashim adalah yang paling banyak digunakan di Indonesia dan dunia Islam saat ini,”terangnya (LK)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama